UMI Ucapkan 3.024 Wisudawan, Tantang Integritas Profesi
Gambar atau konten salah?
Prof. Hambali Thalib, rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, mengumumkan bahwa total 3.024 lulusan baru akan diakui pada prosesi wisuda yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Claro, Makassar, pada 16 April 2026 hingga 18 April 2026. Ia menegaskan bahwa alumni UMI tidak hanya harus bekerja, melainkan juga harus menjadi amanah bagi kemanusiaan.
Hari ketiga prosesi wisuda, yang menjadi penutup periode pertama 2026, menjadi momen penting bagi kampus. Dalam sambutannya, Prof. Hambali menyatakan, “Melainkan keluhuran akhlak dan luasnya manfaat.” Ia menambahkan, “Hari ini bukan sekadar hari kelulusan, hari ini adalah penyerahan masa depan bangsa.” Dengan kata lain, wisuda bukan sekadar perayaan, melainkan penyerahan tanggung jawab kepada generasi penerus.
Selama tiga hari tersebut, UMI melepas 3.024 wisudawan dan wisudawati. Pada hari ketiga, sebanyak 1.081 lulusan yang didominasi oleh profesi-profesi strategis dibebaskan. Angka tersebut terbagi menjadi: 130 dari Fakultas Agama Islam, 147 dari Fakultas Teknologi Industri, 115 dari Program Profesi Insinyur, 312 dari Fakultas Kedokteran, 172 dari Program Profesi Dokter, 106 dari Fakultas Farmasi, dan 99 dari Program Profesi Apoteker.
Prof. Hambali menekankan bahwa wajah UMI pada hari ketiga mencerminkan tiga identitas: kampus profesi, kampus pelayanan, dan kampus sains. Ia menggambarkan suasana di ruangan tersebut, di mana calon dokter, insinyur, apoteker, sarjana agama, dan teknik berkumpul. “Kelak tidak hanya bekerja, tetapi akan menentukan kualitas hidup orang banyak,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa di balik toga dan gelar terdapat perjuangan panjang. Banyak yang harus berjaga malam, menghadapi kegagalan praktik, kelelahan menyelesaikan skripsi atau tugas akhir, hingga hampir menyerah karena beratnya perjalanan studi. “Tapi kalian memilih bertahan, dan ada orang tua yang tidak pernah tahu perjuangan kalian karena kalian tidak mau mereka khawatir. Tetapi hari ini Allah memperlihatkan satu bukti bahwa kalian tidak menyerah dan kalian adalah petarung sejati,” kata Prof. Hambali.
Selanjutnya, ia menekankan dua hal penting kepada para lulusan. Pertama, profesi bukan sekadar pekerjaan, melainkan kepercayaan yang dipinjamkan Allah kepada manusia. Kedua, gelar hanya akan bermakna bila dijalankan dengan integritas. Ia menyatakan, “Profesi bukan sekadar pekerjaan, tetapi kepercayaan yang dipinjamkan Allah kepada manusia.” Dan menambahkan, “Gelar bisa dicetak di ijazah tapi kepercayaan hanya lahir dari seorang yang berintegritas.”
Contoh konkret yang diberikan adalah kebutuhan masyarakat akan dokter yang tidak hanya mampu membaca hasil laboratorium, tetapi juga mampu membaca rasa takut pasien. Demikian pula, bangsa membutuhkan insinyur yang jujur, bukan sekadar perancang sistem. Untuk Fakultas Farmasi dan Profesi Apoteker, integritas diperlukan dalam menjaga keselamatan obat dan layanan kesehatan. Sedangkan bagi alumni Fakultas Agama Islam, mereka diharapkan menjadi penjaga nurani masyarakat, memastikan ilmu agama hidup dalam perilaku, bukan sekadar dibaca dalam teks.
Di akhir pidatonya, Prof. Hambali mengucapkan terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaan kepada UMI dalam mendidik putra-putri mereka. Ia menegaskan kembali bahwa alumni tidak hanya harus mengejar kesuksesan pribadi, melainkan menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia. “UMI tidak ingin kalian hanya sukses, tetapi ingin kalian bermakna dan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya umat manusia,” pungkasnya.
Kesempatan ini menegaskan kembali peran UMI sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, integritas, dan tanggung jawab sosial pada setiap lulusannya. Dengan jumlah lulusan yang besar dan beragam profesi, UMI menyiapkan tenaga kerja yang siap berkontribusi pada pembangunan bangsa dan pelayanan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
