Unhas Gelar UTBK SNBT 2026, 18.971 Peserta, 16 Sesi
Gambar atau konten salah?
Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBT) 2026 dengan partisipasi 18.971 mahasiswa. Ujian ini berlangsung dalam 16 sesi, dimulai pada 21 April 2026 dan berakhir pada 28 April 2026.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa (Prof JJ), bersama jajaran pimpinan dan tim monev nasional, memeriksa jalannya ujian pada hari pertama. Ia menegaskan bahwa “Ujian ini adalah ujian yang bukan biasa, ini adalah kegiatan nasional. Di sinilah kemudian calon pemimpin bangsa disaring, diuji untuk bagaimana lolos di perguruan tinggi favorit masing-masing.”
Untuk menjaga kenyamanan peserta, Unhas menyiapkan fasilitas pendingin udara di setiap ruang ujian. Selain itu, sistem CCTV dipasang secara menyeluruh guna mencegah kecurangan. Prof JJ menambahkan, “Tahun lalu Unhas adalah salah satu universitas di Indonesia yang paling ketat dan paling ganas, karena bukan hanya kita menegur yang kedapatan itu tidak lulus tapi pelaksana pun kami nilai.”
Prof JJ menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi yang terbukti melakukan kecurangan. Ia mengingatkan peserta agar menjalani seleksi dengan serius, “Jangan lagi bermain-main api di Unhas, kalau pun kita tidak dapat dalam proses seleksi, belakangan kita tahu dia sudah lulus, kami pun bisa mengejar untuk kemudian membatalkan kelulusannya.”
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Muhammad Ruslin, menjelaskan struktur ujian. Setiap hari terdiri dari dua sesi, pagi dan siang, dengan sesi siang dimulai pada pukul 13:30 WITA. Unhas menyiapkan kuota penerimaan sebanyak 5.689 kursi, yang berpotensi bertambah setelah finalisasi registrasi ulang jalur SNBP pada 30 April 2026.
Ruslin juga menyoroti perhatian terhadap peserta difabel. Enam peserta difabel—tiga tunarungu, satu tunawicara, dan dua tunadaksa—akan mengikuti ujian di Fakultas Hukum pada 22 April 2026. Ia menjelaskan, “Sesuai aturan pusat, seluruh peserta dilarang membawa pendamping ke dalam ruang ujian. Sementara itu, untuk peserta tunanetra tahun ini tidak ada di titik lokasi Unhas karena pengaturannya ditentukan langsung oleh Pusat SNPMB.”
Keamanan ujian diperketat dengan penambahan jammer di semua ruang ujian, yang sudah diuji langsung oleh Rektor. Pengawasan manual juga ditingkatkan melalui penggunaan metal detector dan penyediaan ATK khusus dari panitia. Langkah mitigasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Rektor agar pelaksanaan UTBK 2026 di Unhas berjalan maksimal dengan dukungan tim IT yang telah menandatangani pakta integritas, jelas Ruslin.
Dengan sistem keamanan dan fasilitas yang lengkap, Unhas berusaha menjaga integritas ujian dan memastikan proses seleksi berjalan adil. Ujian ini menjadi ajang penting bagi calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi favorit mereka, sambil menegakkan standar ketat dalam penyelenggaraan ujian nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Aula PKK di Pinrang Hangus Terbakar
Appi Bantah Hengkang dari Golkar, Umrah Jadi Alasan
KLML Nurul Salsa Hilang Kontak, 40 Penumpang Masih di Kapal
SAR Terkendala Cuaca, Kapal Bantuan Putus Kontak
Panduan Doa Rosario Peristiwa Terang Kamis, 9 Juli 2026
Appi Batal Maju Calon Ketua Golkar Sulsel Syarat Tak Lengkap
Berita Terbaru
Atap Sekolah Ambruk, Murid Belajar di Bawah Ancaman
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Messi Jadi Gravitasi di Atlanta, Martinez Pahlawan Argentina
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
BRI Buka Lowongan Kerja BBAP 2026
IHSG Bertahan di 6.000, Asing Beli Bersih Rp1 Triliun