Unhas Perkenalkan SPPG Tamalanrea 14, Unit Gizi Pertama Timur

Ningsih R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Unhas Perkenalkan SPPG Tamalanrea 14, Unit Gizi Pertama Timur

Gambar atau konten salah?

Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai langkah baru dengan peluncuran SPPG Tamalanrea 14, satuan pelayanan pemenuhan gizi yang bertujuan mendorong inovasi dan riset di bidang gizi. Inisiatif ini menempatkan Unhas sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia Timur yang membangun unit tersebut untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peresmian SPPG berlangsung pada 28 April 2026, di mana Brian Yuliarto, Menteri Dikti dan Inovasi, Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional, dan Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas, menandatangani prasasti. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama anggota DPRD Sulsel turut hadir dalam acara tersebut.

“Di IPB sudah ada, di beberapa perguruan tinggi swasta sudah ada, tapi yang pertama di PTN di Indonesia Timur, Unhas selalu leading dalam hal tersebut dan saya ucapkan selamat,” kata Dadan Hindayana kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4).

Ia menyoroti fasilitas SPPG Unhas yang lengkap, mulai dari hulu hingga hilir. “Sistem reverse osmosis yang menghasilkan air murni dan dapat langsung diminum. Jadi pasti dijamin untuk air. Saya kira aspek keamanan terpenting karena sejauh ini kualitas air menjadi faktor di mana gangguan pencernaan terjadi dan dengan adanya teknologi yang sudah dilakukan di SPPG Unhas ini saya kira akan menjadi contoh,” ujarnya.

Selain itu, Dadan mengapresiasi upaya Unhas dalam mengolaborasikan sumber daya internal agar berdampak langsung kepada masyarakat. Ia menilai bahwa perguruan tinggi ini dapat menjadi contoh bagi kampus lain dalam mendukung program strategis pemerintah. “Karena teknologi, SDM dan inovasi‑inovasi yang dimiliki perguruan tinggi saya kira akan banyak manfaatnya untuk program makan bergizi mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, pelatihan dan bimbingan teknis,” ujarnya.

Di sisi lain, Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa SPPG Unhas akan terintegrasi dengan ekosistem pendidikan di kampus. Beberapa program studi—Gizi, Kedokteran, Agribisnis, Peternakan, Pertanian, dan Spesialis Anak—akan dilibatkan untuk mendukung riset dan pelayanan gizi yang dapat berdampak langsung bagi masyarakat. “Kita punya program S1 Gizi dan ini adalah tempatnya mereka juga sebagai laboratorium. Makanya kita sebut laboratorium, termasuk laboratorium gizi,” tuturnya.

Untuk pemenuhan pangan, SPPG Unhas akan memanfaatkan produk hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikembangkan mahasiswa. Fakultas Teknik berperan dalam menciptakan teknologi pencucian peralatan makan yang lebih higienis dan ramah lingkungan.

SPPG Unhas diproyeksikan melayani sekitar 3.000 penerima, mulai dari ibu hamil hingga anak sekolah. Target tersebut berpotensi bertambah seiring berjalannya operasional. “2.000 di antaranya itu khusus untuk sekolah, dan kita minta 1.000 itu khusus untuk anak‑anak, mulai dari ibu hamil hingga menyusui, sehingga ini bisa mengawali seribu hari pertama kehidupan,” jelasnya.

Jamaluddin menegaskan bahwa SPPG Unhas juga akan difungsikan sebagai pusat riset dan inovasi gizi. Penerima manfaat MBG akan menjadi objek penelitian untuk memastikan kualitas serta kebermanfaatan layanan. “Kita berharap ada dampak yang signifikan bagi masyarakat sehingga nanti akan ada kajian terhadap penerima manfaat itu kita akan kaji melalui program‑program spesialisasi kedokteran anak,” tutupnya.

Dengan fasilitas lengkap, kolaborasi lintas disiplin, dan target layanan yang ambisius, SPPG Tamalanrea 14 menandai langkah strategis Unhas dalam memperkuat peran perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur dalam mendukung program nutrisi nasional. Program ini tidak hanya akan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi laboratorium bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengembangkan teknologi dan kebijakan gizi yang dapat diadopsi oleh lembaga lain di masa depan.

SPPG Tamalanrea 14UnhasMakan Bergizi Gratisinovasi gizireverse osmosiskeamanan pangankolaborasi lintas disiplinlaboratorium gizi

Komentar

Memuat komentar...