Unnes Kehilangan 13 Bilah Demung Berbobot 26 Kg di Gedung B7

Bima J. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Unnes Kehilangan 13 Bilah Demung Berbobot 26 Kg di Gedung B7

Gambar atau konten salah?

Unnes kehilangan 13 bilah demung, sebuah alat musik gamelan, yang diperkirakan beratnya mencapai 26 kilogram. Pencurian ini terungkap lewat rekaman CCTV di Gedung B7 Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni. Pelaku, yang tidak diketahui identitasnya, diduga membawa alat tersebut ke dalam tas ransel.

Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni, Burhanuddin, menjelaskan bahwa kejadian terjadi pada hari Jumat, 17 April 2026. Ia menegaskan, “Kalau satu bilah itu ya sekitar 1‑2 kg satunya kemungkinan. Bisa sampai 26 kg kalau 13 bilah satunya 2.” Burhan juga menambahkan, “Berat sih memang itu kalau dibawa. Karena kemarin simulasi membawa 5 saja sudah berat sebenarnya.”

Menurut rekaman, pelaku masuk ke ruang gamelan pada pukul 12.20 WIB. Ia kemudian turun ke Gedung B8, tempat terdapat gamelan Jawa, namun tidak sempat mengambil alat di sana. Burhan menilai, “Tampak pelaku melakukan pencurian sendirian.” Ia juga menyebutkan, “Materialnya itu ada yang perunggu, ada yang kuningan.”

Burhan mengungkapkan rasa penasaran tentang motif di balik pencurian. Ia sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian dan berharap aparat penegak hukum dapat segera menyelidikinya. “Makanya motifnya apa kami enggak tahu kok dia mengambil alat itu di berbagai perguruan tinggi dan sanggar‑sangar seni. Kita memang berharap kalau itu ketangkap bisa tahu motifnya,” ujarnya.

Kejadian ini menimbulkan dampak pada perkuliahan. Gamelan demung yang biasanya digunakan untuk perkuliahan Gambang Semarang tidak dapat dipakai karena 13 bilahnya hilang. Namun, Unnes masih memiliki beberapa set demung di lokasi lain. “Alhamdulillah kalau di UNNES kan ada beberapa set, set itu di beberapa tempat, masih ada yang bisa kita gunakan. Saat ini kita sudah koordinasi dengan teman‑teman Satpam, yang merawat gamelan, untuk melakukan pengawasan lebih ke tempat‑tempat itu,” kata Burhan.

Burhan menjelaskan bahwa pada saat pencurian, laboratorium tidak dikunci karena jam perkuliahan. Mahasiswa dapat keluar‑masuk untuk praktik. Ia menambahkan, “Tidak, karena memang jam perkuliahan, mahasiswa bisa keluar‑masuk di tempat itu untuk praktik menggunakan alat kita.”

“Mungkin nggak ngeh, karena mahasiswa sekarang kan nggak saling kenal dan sebagainya. Jadi, mungkin tidak ngeh karena orang di kampus kan ramai dari segala umur ada,” imbuhnya. Ia juga menekankan bahwa tidak ada mahasiswa yang melihat pelaku secara jelas.

Kasus pencurian gamelan tidak hanya terjadi di Unnes. Sebelumnya, pada 18 April 2026, sejumlah kampus di Semarang dilaporkan kehilangan demung. 13 bilah demung raib di Gedung B7 Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni. (alg/ahr)

Gamelan demung, alat musik tradisional Indonesia, biasanya terbuat dari perunggu atau kuningan. Dalam konteks akademik, demung sering dipakai dalam perkuliahan gamelan, khususnya pada program Gambang Semarang. Pencurian 13 bilah ini menandai kerugian materiil sekaligus mengganggu kegiatan belajar‑mengajar.

Pengawasan yang lebih ketat di tempat penyimpanan gamelan menjadi langkah penting. Unnes berencana memperkuat sistem keamanan dan memperluas koordinasi dengan satpam serta pihak keamanan kampus. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.

Keputusan untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian menunjukkan komitmen pihak kampus untuk menegakkan hukum. Sementara itu, mahasiswa dan dosen diharapkan tetap dapat melanjutkan perkuliahan dengan menggunakan set demung yang masih tersedia. Meskipun kehilangan 13 bilah, Unnes tetap mampu menyesuaikan kegiatan akademik.

Secara keseluruhan, pencurian demung di Unnes menyoroti pentingnya keamanan aset budaya di lingkungan pendidikan. Kasus ini juga menggarisbawahi perlunya kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa dan staf tentang pentingnya menjaga barang-barang berharga. Dengan koordinasi yang lebih baik, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.

UnnesdemungpencurianCCTVkeamanan kampusgamelanperunggu

Komentar

Memuat komentar...