Unpad Siap Juru Basa Isyarat Bantu Mahasiswa Disabilitas

Sari D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 126 dibaca
Bisik.id
Unpad Siap Juru Basa Isyarat Bantu Mahasiswa Disabilitas

Gambar atau konten salah?

Francisca Okti Sulistianingsih berusia 35 tahun, berasal dari Tangerang dan lama besar di Klaten. Ia kini bekerja di Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai juru basa isyarat, membantu mahasiswa dengan disabilitas berkomunikasi di lingkungan akademik.

Di balik upaya Unpad menciptakan kampus inklusif, Francisca menjadi tumpuan bagi empat peserta disabilitas yang bersiap menghadapi UTBK-SNBT 2026. Ia memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

“Untuk memfasilitasi, sebetulnya memang sudah ranahnya saya sendiri sih. Saya di-hire sama Unpad untuk jadi juru basa isyarat. Untuk hambatan paling ya dari SDM, karena misalnya kalau banyak yang membutuhkan asisten kemandirian SDM belum ada, belum siap,” kata Francisca, 23 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa ia adalah salah satu dari dua asisten kemandirian bahasa isyarat di Unpad. “Pastinya sih kalau ada kebutuhan juru bahasa isyarat atau kebutuhan akses bahasa isyarat,” ujar perempuan lulusan Jurusan Pendidikan Luar Biasa UJN tahun 2009 lalu.

Unpad kini memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang melayani 15 mahasiswa penyandang disabilitas. Ragam disabilitasnya meliputi mental, sensorik (tuli), dan fisik.

“ULD baru tahun kemarin dan untuk di 15 mahasiswa itu sudah ada WhatsApp Group yang di mana tempat untuk komunikasi, tapi untuk pertemuan rutin memang belum, untuk evaluasi kami sudah melaksanakan baru di semester kemarin,” ungkapnya.

Perjalanan Francisca ke bidang ini bermula pada 2009. Ia semula ingin kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, namun diterima di pilihan kedua, Pendidikan Luar Biasa. Karena mata kuliah Bisindo belum ada di program tersebut, ia belajar bahasa isyarat secara mandiri.

“Pendidikannya di UNJ, Pendidikan Luar Biasa. Cuman aku belajar bahasa isyarat itu di luar. Karena di Pendidikan Luar Biasa itu belum ada yang mata kuliah Bisindo atau bahasa isyarat Indonesia itu belum ada,” ujarnya.

Motivasinya datang dari keinginannya untuk membantu orang lain. “Sebenarnya awalnya aku ikut yang SMPTN itu tuh yang pertama PBI, Pendidikan Bahasa Inggris. Karena pengen banget saya bisa ke luar negeri lah gitu. Terus yang kedua itu Pendidikan Luar Biasa, karena ngeliat kebutuhan untuk menjadi guru-guru SLB itu masih banyak yang membutuhkan waktu itu infonya,” tambahnya.

Sejak 2015, ia sudah berpraktek sebagai juru bahasa isyarat. “Sebenarnya juru bahasa isyarat dari 2015. Kalau di Unpad baru dari 2024, sekarang pas 2 tahun,” tambahnya.

Peranannya tidak terbatas pada ujian. Ia juga menjadi interpreter dalam orasi ilmiah, acara hybrid yang mencakup offline dan online. “Istilahnya kan orasi ilmiah itu kan hybrid acaranya. Ada offline dan online. Nah otomatis kan balik lagi ke undang-undang penyiaran yang dimana seluruh kegiatan diharapkan tersedia juru bahasa isyarat nah akses bahasa isyarat, baik orasi ilmiah, di perkuliahan, di wisuda,” jelasnya.

Acara wisuda juga menjadi bagian penting. “Sekitar sebelum COVID sih udah mulai untuk menyediakan juru bahasa isyarat diwisuda. Terus kemudian mulailah di 2024 kan meng-hire ngebantu di perkuliahannya juga. Ngebantu ke acara-acara Unpad lainnya juga,” ucapnya.

Meski berpengalaman, Francisca masih menghadapi tantangan. “Aku tuh kesulitannya untuk skill yang Bahasa Inggris. Karena walaupun dibantu sama juru bahasa asingnya terasa itu nanti beda lagi,” pungkasnya.

Dengan dedikasi yang terus berlanjut, Francisca Okti Sulistianingsih membantu memastikan mahasiswa disabilitas di Unpad dapat berpartisipasi penuh dalam kegiatan akademik. Peran ini menegaskan pentingnya akses bahasa isyarat dalam pendidikan tinggi, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak mahasiswa untuk meraih cita-cita mereka tanpa batasan fisik.

Juru basa isyaratUniversitas PadjadjaranUnit Layanan DisabilitasMahasiswa penyandang disabilitasBahasa isyarat IndonesiaPendidikan Luar BiasaUTBK-SNBT 2026

Komentar

Memuat komentar...