Vasektomi: Dokter Tegaskan Tidak Ada Penumpukan Sperma secara tubuh
Gambar atau konten salah?
Di tengah minimnya informasi akurat, masyarakat mulai khawatir tentang dampak jangka panjang vasektomi. Banyak yang mendengar bahwa menutup saluran sperma dapat menyebabkan penumpukan sperma di dalam tubuh hingga berubah menjadi penyakit.
Vasektomi adalah prosedur pengendalian kelahiran yang memutuskan saluran sperma, vas deferens, sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma. Prosedur ini biasanya dilakukan di ruang operasi dengan anestesi lokal.
Dr. Nur Rasyid, SpU, spesialis urologi di RSCM, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Ia berkata, “Jadi semuanya kita itu apa pun dibentuk dan rusak sendiri. Mukosa begitu, jadi spermatozoa yang ditutup itu jalurnya, dia dengan berjalannya waktu akan rusak. Dan diserap oleh tubuh kita,” saat diwawancarai pada Minggu, 05 April 2026.
Menurut dokter, tubuh secara alami mendaur ulang sel-sel sperma yang tidak terpakai. Dengan demikian, sperma yang tidak dikeluarkan tidak akan menumpuk atau memicu penyakit di dalam tubuh.
Bagi pria yang ingin kembali memiliki keturunan setelah menjalani vasektomi, masih tersedia opsi medis. Salah satu metode adalah operasi penyambungan kembali saluran sperma, rekanalisasi, yang tergolong kompleks dan memerlukan biaya besar. Metode lain adalah bayi tabung (IVF), yang dapat menjadi alternatif.
Dr. Nur Rasyid menambahkan, “Bisa (bayi tabung), tetapi mengeluarkan spermanya diambil dari testisnya,” menjelaskan cara kerja prosedur tersebut.
Dengan penjelasan ini, masyarakat dapat memahami bahwa vasektomi tidak menimbulkan penumpukan sperma, dan masih ada jalan bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
