Video Evakuasi Pria Kurus di Gunung Salak Terungkap Nama

Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Video Evakuasi Pria Kurus di Gunung Salak Terungkap Nama

Gambar atau konten salah?

Video yang menampilkan evakuasi seorang pria kurus di lereng Gunung Salak di Kabupaten Sukabumi menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat lemah, hampir tak sadarkan diri, dan tubuhnya dikerumuni lalat. Video ini memicu pertanyaan tentang siapa pria tersebut dan bagaimana ia sampai berada di tempat itu.

Menurut pencarian, kejadian ini terjadi pada 25 Mei 2026 di jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Ia pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memeriksa saluran air di hutan. Saat itu, pria itu tampak duduk di atas batu berlumut, mengenakan kemeja kotak‑kotak biru pudar dengan kancing terbuka dan sehelai kain sarung hitam menutupi kakinya. Sisa tenaga yang tersisa ia gunakan untuk merobek bungkus makanan ringan yang disediakan oleh warga, yang menjadi asupan pertama bagi perutnya yang kelaparan.

Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB), Muh Irfan Maulana, ikut turun dalam operasi penyelamatan. Ia mengonfirmasi bahwa korban bertingkah seperti orang yang sangat lelah. “Pas ketemu di gunung awal mula dia kayak yang syok gitu ditemuin orang banyak tuh. Jadi diajak komunikasi tuh agak susah,” kata Irfan pada telepon pada 3 Juni 2026. Ia menambahkan, “Seperti orang linglung. Kalau ditanya tuh ibarat jaringan ngelag dulu.”

Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Karena korban tidak dapat berjalan, warga menggotongnya menggunakan tandu darurat dari batang kayu dan sarung. Tim evakuasi harus bergantian memanggul tubuh korban melintasi tebing curam. Mereka bahkan harus memotong semak belukar untuk membuka jalur baru, karena rute sungai dianggap terlalu licin dan berbahaya. Akhirnya, korban dibawa ke kantor Kecamatan Cicurug untuk proses identifikasi.

Di sana, pemindaian retina mata dan sidik jari membantu mengungkap identitas pria tersebut. Ia ternyata bernama Ayi Solehudin, berusia 50 tahun, warga Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Fakta tambahan datang dari keluarga setelah dihubungi oleh petugas. “Kata pihak keluarga, si korban tuh hilangnya sudah tiga atau empat tahun. Di Cianjur pun sudah dicari ke mana-mana. Misterius, tiba-tiba ditemukan di Gunung Salak,” ujar salah satu anggota keluarga.

Setelah identitas terungkap, Ayi Solehudin dijemput oleh keluarga. Pada malam itu, ia dibawa pulang ke pelukan keluarga di Cianjur dengan bantuan ambulans. Kondisi tubuhnya masih lemah, namun ia bisa bernafas dengan baik setelah perawatan di rumah sakit.

Peristiwa ini menyoroti risiko pendakian ilegal di Gunung Salak. Banyak pendaki yang melanggar peraturan dan menempatkan diri pada situasi berbahaya. Evakuasi yang cepat dan koordinasi antara warga serta relawan menjadi kunci penyelamatan. Kasus ini juga menegaskan pentingnya identifikasi korban, terutama bagi yang hilang selama bertahun‑tahun. Dengan teknologi retina dan sidik jari, identitas dapat terungkap meski korban tidak memiliki dokumen.

Gunung SalakEvakuasiPendakian IlegalIdentifikasi RetinaSidik JariRelawan Ambulans SukabumiAyi Solehudin

Komentar

Memuat komentar...