Video Sampah Liar di Sukabumi Ditelusuri DLH, Publik Tertarik
Gambar atau konten salah?
Video berdurasi lebih dari satu menit yang menunjukkan tumpukan sampah di pinggir jalan menjadi sorotan publik. Rekaman tersebut diduga berasal dari kegiatan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Publik menaruh perhatian pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Kepala DLH, Nunung Nurhayati, akhirnya mengangkat bicara. Menurutnya, tumpukan sampah dalam video tersebut masih dikategorikan sebagai sampah liar. Pihaknya masih menelusuri asal‑usul pasti sampah tersebut, termasuk mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan itu.
“Ini merupakan sampah liar yang dibuang di lokasi tersebut. Untuk pelakunya, saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum diketahui secara pasti,” kata Nunung, Selasa, 14 April 2026. DLH, lanjut dia, tidak tinggal diam. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pendekatan persuasif hingga langkah tegas jika pelanggaran terbukti dan terus berulang. Pembinaan menjadi langkah awal yang dikedepankan kepada masyarakat maupun pihak terkait. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, DLH akan memberikan peringatan resmi. Namun, bila imbauan tersebut tidak diindahkan, sanksi sesuai aturan yang berlaku siap diterapkan. “Pembinaan akan kami lakukan terlebih dahulu. Tapi jika masih terjadi pelanggaran, tentu akan ada teguran hingga tindakan tegas sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan SPPG MBG Cisaat, Ilyas, mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut. Pihaknya kini masih melakukan investigasi terkait dugaan limbah MBG yang dibuang di pinggir jalan wilayah Kabupaten Sukabumi. “Iya, ini sedang saya investigasi koordinasi juga dengan pihak kecamatan. Soalnya wilayah Desa Padaasih, SPPG dapur Cisaat (titik) terakhir di Cibatu dan ini masih coba liat menu menu di hari Jumat‑Sabtu coba diselidiki. (Lokasi pembuangan sampah) berbatasan dengan Gunungguruh, SPPG Cibolang,” kata Ilyas.
Video tersebut juga menampilkan 107 warga Tanjungsari Bogor yang diduga keracunan mie ayam MBG, menambah keprihatinan publik terhadap pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan dan penegakan aturan pengelolaan limbah di lingkungan program sosial. Penyelidikan masih berlangsung, dan langkah tegas akan diambil jika pelanggaran terkonfirmasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
