Video Tarian Hendrik Irawan Di SPPG Ditutup Sementara

Ayu W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Video Tarian Hendrik Irawan Di SPPG Ditutup Sementara

Gambar atau konten salah?

Hendrik Irawan menjadi sorotan publik ketika video dirinya menari di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) beredar di media sosial. Video itu cepat viral, lalu didampingi narasi yang mengklaim ia bisa mendapatkan Rp6 juta per hari melalui program MBG (Makan Bergizi Gratis).

Reaksi netizen langsung beragam. Banyak yang mengkritik, sementara Hendrik menanggapi bahwa ia menerima hujatan sebagai akibat dari tindakan tersebut. Ia mengatakan, "Tapi enggak jadi (laporan polisi), waktu itu saya tersulut emosi. Saya terima kalau netizen sekarang menghujat saya, enggak apa-apa," saat ditemui pada 27 Maret 2024.

Hendrik mengaku sempat terpancing emosi sampai ia berniat melaporkan beberapa akun media sosial ke pihak berwajib. Namun, ia memutuskan untuk introspeksi dan menunda langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa video yang menampilkan tarian itu sudah dibuat jauh sebelum menjadi viral.

Menurutnya, video itu dibuat pada saat SPPG sedang tidak beroperasi. “Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta,” ujarnya.

Hendrik menegaskan tidak ada niat sombong atau merendahkan program pemerintah. MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia memohon maaf terbuka kepada publik. Ia berkata, "Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah,"

Reaksi instansi tidak menunggu lama. BGN (Badan Gizi Nasional) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara SPPG milik Hendrik di Desa Pangauban, Kecamatan Barujajar, Kabupaten Bandung Barat. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, menyatakan bahwa tindakan Hendrik dinilai tidak pantas di lingkungan SPPG dan berpotensi mencoreng citra program MBG.

Ramzi menambahkan, "Ya itu kan urusan personal sebetulnya, tidak mewakili siapapun. Cuma tidak sepatutnya juga dia seperti itu, apalagi di dalam SPPG. Kita ingatkan kedepan SPPG di KBB fokus mengurus MBG saja, jangan mencoreng nilai positif dengan aksi seperti itu,"

Penutupan sementara juga disebabkan infrastruktur yang belum memenuhi standar operasional. Ramzi menjelaskan, "Ditutup sementara, dari beberapa dapur dia baru 1 yang beroperasi. Jadi ada infrastruktur yang belum sesuai standar, nanti akan dicek lagi sebelum kembali dibuka. Waktu penutupan ya sesuai lamanya dia melakukan perbaikan,"

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di media sosial, terutama yang berkaitan dengan fasilitas publik dan program pemerintah, dapat berdampak luas. Bagi individu, tindakan di ruang publik dapat memicu kritik dan bahkan penutupan fasilitas. Bagi institusi, reputasi program seperti MBG dapat terancam jika ada tindakan yang tidak sesuai norma. Keseluruhan, kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran publik dan tanggung jawab pribadi saat berinteraksi di platform digital.

Hendrik IrawanSPPGMBGBGNviralkritik netizenpenutupan sementara

Komentar

Memuat komentar...