Waisak 2570 BE: 22 Ribu Pendaftar dan Dampak Magelang
Gambar atau konten salah?
Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 akan digelar di Candi Borobudur pada tanggal 31 Mei 2026. Puluhan ribu umat Buddha dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir. Pendaftaran yang sudah ditutup mencatat hampir 22 ribu orang yang menyatakan akan datang.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jateng, Tanto Soegito Harsono, mengungkapkan hal ini setelah pertemuan dengan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji. “(Kalau perkiraan umat saat Waisak) Kita masih dibatasi ya (di zona 1). Jadi di Zona 1 (pelataran Candi Borobudur) itu kan 8.000‑8.500 orang,” ujarnya pada Rabu, 29 April 2026.
Menurut Tanto, pendaftaran belum mencakup semua yang akan hadir. “Termasuk pendaftaran. Itu belum termasuk yang tidak daftar. Jadi yang daftar kira‑kira 22 ribu. Betul (dari seluruh Indonesia),” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa selain umat Indonesia, akan ada partisipan dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
“Dari Singapura, Malaysia, Thailand, itu ada juga. Dan wartawan pun yang asing sudah banyak daftar,” jelas Tanto. Ia melanjutkan, “(Wartawan asing) Yang saya ingat dari Jepang, Prancis, Tiongkok, Turki, Inggris, Amerika, Italia, terus ada BBC Indonesia, Rusia, terus ada juga dari NHK Jepang. Itu yang sudah daftar (meliput Waisak).”
Perayaan Waisak di Candi Borobudur tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga memberi dampak bagi pelaku UMKM di Kabupaten Magelang. “Sekarang kita mencari kamar untuk tanggal 30‑31 Mei sudah susah (full booked). Yang untuk tanggal itu sudah full semua ya,” ujarnya.
Rangkaian acara Waisak akan dimulai pada 3 Mei dengan kegiatan bakti di Taman Makam Pahlawan. Selanjutnya, bakti sosial akan dilaksanakan pada 23‑24 Mei. Pengambilan Api Dharma dijadwalkan pada 29 Mei, diikuti oleh Air Suci pada 30 Mei. Puncak Waisak akan berlangsung pada 31 Mei, dimulai dengan kirab jam 10.00 WIB, detik‑detik Waisak jam 15.44.44, Dharmasanti Waisak jam 19.30, dan pelepasan lampion jam 22.00 WIB.
Perayaan ini menandai tradisi hampir 40 tahun Waisak di Candi Borobudur. Kehadiran ribuan umat, baik domestik maupun internasional, serta partisipasi wartawan asing menambah warna dan kedalaman acara. Dampak ekonomi bagi penginapan dan usaha lokal juga menjadi faktor penting yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Magelang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mahasiswa Tuntut Transparansi Kasus Jampidsus
Polisi Gerebek Tempat Oplosan Gas Elpiji di Blora
Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji di Blora
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jateng
Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat, 28.478 Siswa Tercatat
Atap SD Ambrol, Siswa Belajar Bergantian di Musala
Berita Terbaru
Alwi Farhan Target Cetak Kenangan di Japan Open 2026
Ancaman Bahasa Gaul: Mulok Palembang Terkikis
Dahnil: Kasus Haji dan Umrah Jadi Koreksi Revolusioner
BNPB Bentuk Forum Mitigasi 20 Tahun Tsunami Pangandaran
Logo HUT ke-458 Madiun: Simbol Kolaborasi dan Inovasi
Dua Arca Perunggu Abad ke-8 Kembali ke Indonesia
De la Fuente: Saya Pejuang, Tak Minta Hasil dalam Doa
Anderson Jadi Kunci Inggris Redam Messi
Tencent Cloud Rilis Dua Agen AI di Indonesia
