Waisak 2570: Detik Diketuk Gong di Borobudur, Umat Berdoa

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Waisak 2570: Detik Diketuk Gong di Borobudur, Umat Berdoa

Gambar atau konten salah?

Detik-detik Waisak 2570 BE/2026 digelar tepat pada pukul 15.44.44 WIB.

Suasana berlangsung khidmat.

Pantauan di Candi Borobudur, Minggu (31 Mei 2026), para umat Buddha tampak duduk di depan altar dengan pakaian warna putih.

Saat detik-detik Waisak tiba para umat Buddha duduk dengan sikap anjali atau mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada.

Terlihat ada umat yang khusyuk bermeditasi dan berdoa.

Adapun detik-detik Waisak dipimpin Biksu Wongsin Labhiko Mahathera.

Diketahui, para umat yang mengikuti detik-detik Waisak ini sebelumnya mengikuti kirab dari Candi Mendut.

"Mendengarkan dharma dan mempraktikkan dharma adalah sebab dari kebagiaan. Kerukunan dalam sangha merupakan sebab dari kebahagiaan. Kerukunan dalam masyarakat yang rukun akan membawa kebahagiaan," kata Biksu Wongsin saat detik-detik Waisak di Candi Borobudur, Magelang, sore ini.

"Setelah praktik makan waktu 6 tahun. Beliau mencapai kesucian pada usianya 35 tahun di Bodh Gaya bawah pohon bodhi di bulan Waisak," ujar dia.

"Dan 45 tahun kemudian beliau parinibbana di Kota Kusinara. Tiga peristiwa ini terjadi pada bulan purnama di bulan Waisak, sama. Luar biasa. Sang Buddha pada waktu detik Waisak. Kami izinkan petugas dapat ditandai gong," sambung Wongsin.

"Detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Sedangkan umat diminta tetap menenangkan batin." Sang Buddha mengajarkan ajaran secara singkat adalah tidak melakukan kejahatan. Dua, melakukan kebajikan dan tiga sucikan hati dan pikiran. Inilah ajaran agama Buddha," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, ribuan umat ini sebelumnya mengikuti kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Sepanjang rute kirab yang dilalui banyak warga yang menonton.

Acara ini menegaskan pentingnya momen Waisak bagi umat Buddha, menyoroti ajaran Buddha tentang kebahagiaan melalui praktik, kesucian, dan ketenangan batin.

WaisakCandi BorobudurBiksu WongsinKirabDharmaKebahagiaan

Komentar

Memuat komentar...