Waisak 31 Mei 2024: Tradisi Makanan Khas Indonesia Pesta
Gambar atau konten salah?
31 Mei 2024 menandai perayaan Waisak di Indonesia. Hari ini bukan sekadar momen introspeksi, melainkan juga hari di mana umat Buddha menyalakan lilin, mengucapkan doa, dan menyantap hidangan khas yang telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.
Waisak memiliki makna mendalam bagi umat Buddha. Mereka memperingati Trisuci Waisak, tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddharta Gautama: kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan wafat (Parinirvana). Momen ini menjadi ajang refleksi, meneladani ajaran cinta kasih, kedamaian, dan kebijaksanaan Sang Buddha.
Di samping ibadah, perayaan ini juga dipenuhi dengan sajian tradisional dari berbagai daerah. Berikut lima makanan yang kerap disajikan dan dinikmati saat Waisak:
-
Nasi Gemuk – Kuliner khas Jambi yang tak pernah absen. Nasi ini terbuat dari beras putih, santan, daun pandan, daun jeruk, dan daun salam. Keistimewaannya terletak pada lauk lengkapnya: telur rebus, teri, bawang goreng, kacang tanah goreng, dan sambal. Setiap piring menampilkan rasa gurih dan aroma rempah yang khas.
-
Sambal Tempoyak – Hidangan dari etnis Melayu di Sumatera dan Kalimantan. Sambal ini dibuat dari tempoyak, hasil fermentasi buah durian, yang dicampur dengan kuah pedas berisi cabai dan tomat segar. Karena bersifat vegetarian, sambal ini cocok bagi umat Buddha yang menghormati prinsip Ahimsa (anti‑kekerasan).
-
Nasi Lesah – Khas Magelang, dekat Candi Borobudur. Nasi lesah berupa nasi yang direndam kuah soto kental. Kuahnya berwarna kuning, mengandung santan, sehingga menciptakan rasa gurih segar yang mirip soto ayam campur nasi pada umumnya.
-
Mangut Beong – Juga berasal dari Magelang. Hidangan ini berupa ikan tawar yang dimasak gulai berkuah gurih dan pedas. Banyak tempat makan legendaris di sekitar Candi Borobudur menyajikan mangut beong, dan cita rasanya yang pedas membuatnya populer di kalangan masyarakat.
-
Kue Burgo – Kue gurih asal Jambi. Meskipun namanya terdengar manis, kue burgo sebenarnya berbentuk otak‑otak gulung yang disajikan dengan kuah kuning dan kondimen seperti telur rebus serta sayuran. Rasa gurihnya menambah variasi dalam menu Waisak.
Setiap hidangan ini tidak hanya menambah kelezatan perayaan, tetapi juga mencerminkan keragaman budaya Indonesia. Dari rempah-rempah Jambi hingga gulai pedas Magelang, makanan tradisional Waisak menonjolkan cita rasa yang kaya dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Perayaan Waisak pada 31 Mei 2024 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersatu dalam doa, refleksi, dan berbagi hidangan yang sarat makna. Melalui setiap suapan, umat Buddha dan pengunjung lainnya dapat merasakan kedekatan dengan nilai-nilai kedamaian, kasih, dan kebijaksanaan yang diajarkan Sang Buddha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
