Waktu Adzan Maghrib Solo 19 Mei 2026: Batas Puasa Hari
Gambar atau konten salah?
Hari ini, 19 Mei 2026, umat Muslim di Solo dan sekitarnya menunggu adzan Maghrib untuk menandai akhir hari puasa. Menurut laman Bimas Islam Kementerian Agama, waktu adzan Maghrib di beberapa wilayah adalah sebagai berikut:
- Kota Solo: 17.29 WIB
- Kabupaten Sragen: 17.28 WIB
- Kabupaten Wonogiri: 17.28 WIB
- Kabupaten Klaten: 17.30 WIB
- Kabupaten Sukoharjo: 17.29 WIB
- Kabupaten Karanganyar: 17.28 WIB
Waktu ini menandai saat matahari telah terbenam, sehingga puasa dapat diselesaikan sampai malam. Menurut buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, waktu buka puasa diambil dari firman Allah SWT dalam Al‑Quran, surat al‑Baqarah ayat 187: وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ Artinya: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”
Hari ini juga jatuh pada 9 hari awal bulan Zulhijah, periode di mana umat Islam disunnahkan menjalankan puasa. Menurut buku Fikih Puasa karya Matan Abu Syuja, serta referensi lain seperti Adab‑Adab Makan Seorang Muslim karya Aris Munandar, Sifat Puasa Nabi SAW dan 20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan karya Raehanul Bahraen dan Rafif Zufarihsan, serta Fikih Muyassar terjemahan Fathul Mujib, terdapat beberapa sunnah khusus untuk buka puasa Zulhijah. Berikut rangkumannya:
- Segera Berbuka Ketika Waktunya Sudah Masuk Ketika matahari terbenam atau adzan Maghrib terdengar, umat Islam disunnahkan segera berbuka. Dasarnya adalah hadits: لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ (HR Bukhari no 1957 dan Muslim no 1098). “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.”
- Awali dengan Basmalah dan Akhiri dengan Hamdalah Sama seperti makan biasa, buka puasa diawali dengan ucapan basmalah (bismillah) dan diakhiri dengan memuji Allah lewat kalimat tahmid (alhamdulillah). Hadits: Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu. (HR Thabrani dengan derajat sanad shahih menurut Syaikh al‑Albani). “Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang menikmati makanan lalu memuji Allah sesudahnya atau meneguk minuman lalu memuji Allah sesudahnya.” (HR Muslim no 2734).
- Buka Puasa dengan Kurma Makanan terbaik untuk buka puasa menurut kebiasaan Nabi SAW adalah kurma basah. Jika tidak ada, pengetingnya adalah kurma kering, lalu air. Hadits: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ (HR Ahmad no 163 dan Abu Dawud no 306). “Nabi SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada, dengan tamr (kurma kering), jika tidak ada, beliau meneguk beberapa teguk air.”
- Berdoa Sesuai Hajat Masing‑Masing Hadits: ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ : الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالْمَظْلُومُ (HR Tirmidzi no 2526 dan Baihaqi no 3/345). “Ada tiga golongan yang tidak tertolak doanya, yaitu orang yang berpuasa hingga berbuka, imam yang adil, dan orang yang dizalimi.” Derajat hadits ini diperselisihkan ulama. Imam Tirmidzi menyebutnya tidak kuat dan tidak muttasil (bersambung) sanadnya. Sementara itu, Ibnu Hajar menghukuminya hasan. Syaikh al‑Albani menganggapnya dhaif (lemah), sedangkan al‑Mundziri mengatakan sanadnya shahih atau hasan. Wallahu a'lam bish‑shawab.
- Membaca Doa Buka Puasa Setelah Berbuka Syaikh Abu Bakar Muhammad Syatha menjelaskan bahwa doa buka puasa dibaca setelah berbuka. Artinya, doa ini tidak dibaca sebelum maupun saat berbuka. Keterangan mengenai waktu membaca doa buka puasa oleh sang syaikh tercantum dalam kitab Hasyiyah I'anatut‑Thalibin juz 2 halaman 279. Contoh doa buka puasa yang dapat dibaca: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشَاءَ الله (HR Abu Dawud 2/306 dan Shahihul Jami' 4/209). “Telah hilang rasa haus, dan urat‑urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.”
Semua sunnah di atas bersumber dari beberapa buku fikih dan situs NU Online. Mereka menekankan pentingnya menjaga ketepatan waktu, kesopanan, dan kesungguhan dalam beribadah. Dengan mengikuti sunnah-sunnah ini, umat dapat menambah pahala dan memperkuat hubungan spiritual mereka.
Waktu adzan Maghrib di Solo dan sekitarnya pada hari ini menandai akhir hari puasa. Setelah menunaikan puasa, umat diharapkan segera memulai proses berbuka sesuai dengan sunnah. Dalam praktiknya, banyak orang memulai dengan mengunyah kurma, kemudian minum air, lalu melanjutkan dengan makanan ringan. Setelah itu, mereka membaca basmalah, berdoa, dan mengucapkan alhamdulillah. Proses ini mencerminkan keselarasan antara ibadah dan kebiasaan sehari‑hari.
Hari ini juga menjadi momentum bagi banyak orang untuk meninjau kembali kebiasaan puasa mereka. Menurut data yang tersedia, 9 hari awal bulan Zulhijah biasanya menjadi periode di mana orang lebih aktif menjalankan ibadah. Hal ini terlihat dari peningkatan aktivitas di masjid dan aktivitas sosial yang lebih banyak berfokus pada penguatan iman.
Dengan mengetahui waktu adzan Maghrib dan mengikuti sunnah buka puasa, umat dapat menyesuaikan kegiatan mereka agar tetap teratur. Hal ini juga membantu menjaga kesehatan fisik dan spiritual, karena puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi semua yang membaca. Selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga setiap langkah diiringi keberkahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait