Waktu Sholat Idul Adha 2026: Mulai 12 Menit Setelah Terbit
Gambar atau konten salah?
Sholat Idul Adha 2026 akan dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, hari raya kurban. Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha berbeda dengan Idul Fitri, sehingga umat Islam perlu memahami aturan waktunya agar pelaksanaannya sesuai syariat dan pahalanya sempurna.
Menurut laman NU Online, melaksanakan sholat Idul Adha merupakan sunnah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan. Namun, waktu pelaksanaan sholat Ied tidak ditetapkan secara tetap, melainkan diatur oleh hukum-hukum agama.
Dalam Kitab Fathul Qarib Al-Mujib fi Syarhi Alfazh Al-Taqrib atau Al-Qawl Al-Mukhtar fi Syarh Ghayatil Ikhtishar karya Abu Abdillah Muhammad bin Qasim bin Muhammad Al-Ghazi ibn Al-Gharabili, disebutkan bahwa waktu pelaksanaan sholat Ied adalah di antara terbitnya matahari dan tergelincirnya. Artinya, sholat Ied dapat dilaksanakan kapan saja antara matahari terbit hingga matahari mulai terbenam.
Meski begitu, sholat Idul Adha dianjurkan untuk dilaksanakan lebih awal. Salah satu hikmah dianjurkannya sholat Idul Adha lebih awal adalah memberi keleluasaan waktu bagi orang yang hendak berkurban. Anjuran ini juga tercantum dalam hadits riwayat Jundub:
"Nabi SAW, ketika beliau mengerjakan sholat Idul Fitri, maka beliau mengerjakannya manakala Matahari telah meninggi dua tombak (agak sedikit siang). Sementara ketika mengerjakan sholat Idul Adha, maka beliau mengerjakannya manakala meninggi satu tombak."
Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa sholat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan ketika matahari naik satu tombak. Ia menambahkan bahwa Idul Fitri boleh diakhirkan hingga matahari naik dua tombak. Menurutnya, ketika syuruq (kebangkitan matahari) sudah mencapai satu tombak, sholat Idul Adha dapat dilaksanakan. Jika syuruq terjadi pada pukul 6 lewat 3, maka sholat Idul Adha paling lambat jam 6.10 atau 6 1/4. UAH menekankan bahwa melaksanakan sholat Idul Adha lebih awal memungkinkan hewan kurban disembelih lebih awal di waktu dhuha.
Ustaz Abdul Somad (UAS) juga mengemukakan bahwa sholat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan lebih awal. Ia menjelaskan bahwa sholat Idul Adha sudah dapat dilaksanakan 12 menit setelah matahari terbit. Waktu 12 menit tersebut merupakan hasil perhitungan astronomi, setara ketika matahari meninggi satu tombak. UAS menegaskan bahwa umat Islam dilarang sholat sebelum matahari mencapai tinggi satu tombak, karena waktu tersebut merupakan waktu yang digunakan umat menyembah berhala. Setelah lewat setinggi tombak (matahari), barulah umat boleh sholat.
Di Indonesia, matahari biasanya terbit pada pukul 6.45–6.00 pagi. Oleh karena itu, pelaksanaan shalat Idul Adha biasanya berlangsung sekitar jam 6 atau jam 7 waktu setempat. Batas akhir pelaksanaan sholat Idul Adha adalah hingga matahari tergelincir, sesuai penjelasan sebelumnya.
Secara singkat, sholat Idul Adha 2026 dapat dilaksanakan mulai 12 menit setelah matahari terbit, setara ketika matahari naik satu tombak, dan harus selesai sebelum matahari tergelincir. Memahami waktu ini membantu umat Islam melaksanakan sholat Ied sesuai syariat dan memudahkan persiapan kurban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
