Wali Kota Bandung Tegaskan Antisipasi Kebocoran Data
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebocoran jutaan data kependudukan tetap harus diantisipasi agar tidak disalahgunakan. Ia menambahkan bahwa situasi ini harus diperlakukan serius demi keamanan warga.
Isu ini pertama kali muncul lewat akun X (Twitter) bernama VECERT Analyzer yang mengumumkan pada 29 Maret 2026 bahwa data kependudukan Kota Bandung mungkin telah dibobol. Akun tersebut menegaskan bahwa kelompok peretas bernama Petrusnism berpotensi memanfaatkan kebocoran tersebut. Pada tanggal 8 April 2026, VECERT Analyzer memposting pernyataan berikut: "Untuk kebocoran data, saya khawatir ini terjadi di pusat, karena juga terjadi di beberapa kota lain," katanya, Rabu (8/4/2026).
Farhan menanggapi dengan menekankan kerja sama lintas lembaga. Ia menyatakan, "Antisipasi yang kita lakukan adalah memastikan bersama pemerintah kota lain dan pusat data nasional, agar tidak terjadi penyalahgunaan. Selain itu, kita juga bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan siapa pun yang membocorkan data segera ditindak," tambahnya.
Wali Kota menyoroti kebijakan pengumpulan data. Ia menjelaskan, "Penguatan yang dilakukan adalah memastikan bahwa kita tidak menyimpan data. Kita hanya mengumpulkan, lalu menyerahkannya ke pusat data nasional," ungkapnya.
Farhan menegaskan kewajiban pengumpul data, "Sebagai pengumpul, kita punya kewajiban memastikan bahwa saat pengumpulan, masyarakat yang menyerahkan data dalam kondisi sadar dan bersedia," pungkasnya.
Dalam upaya melindungi data, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Pusat Data Nasional untuk memastikan keamanan dan integritas data kependudukan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan potensi penyalahgunaan dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem data pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Ledakan MAN 3 Padang: Pelaku Korban Bullying
Distribusi BBM di Medan Mulai Pulih
Bahlil Perintah SKK Migas Libatkan Pengusaha Lokal di Proyek Masela
85 Perusahaan Asing Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Gagal SNBP-SNBT? UT Buka Pendaftaran Sampai 22 Juli
Prabowo: Kesejahteraan Rakyat Butuh Biaya Besar
