Wali Kota Bandung Tegaskan Antisipasi Kebocoran Data

Hendra M. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Wali Kota Bandung Tegaskan Antisipasi Kebocoran Data

Gambar atau konten salah?

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebocoran jutaan data kependudukan tetap harus diantisipasi agar tidak disalahgunakan. Ia menambahkan bahwa situasi ini harus diperlakukan serius demi keamanan warga.

Isu ini pertama kali muncul lewat akun X (Twitter) bernama VECERT Analyzer yang mengumumkan pada 29 Maret 2026 bahwa data kependudukan Kota Bandung mungkin telah dibobol. Akun tersebut menegaskan bahwa kelompok peretas bernama Petrusnism berpotensi memanfaatkan kebocoran tersebut. Pada tanggal 8 April 2026, VECERT Analyzer memposting pernyataan berikut: "Untuk kebocoran data, saya khawatir ini terjadi di pusat, karena juga terjadi di beberapa kota lain," katanya, Rabu (8/4/2026).

Farhan menanggapi dengan menekankan kerja sama lintas lembaga. Ia menyatakan, "Antisipasi yang kita lakukan adalah memastikan bersama pemerintah kota lain dan pusat data nasional, agar tidak terjadi penyalahgunaan. Selain itu, kita juga bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan siapa pun yang membocorkan data segera ditindak," tambahnya.

Wali Kota menyoroti kebijakan pengumpulan data. Ia menjelaskan, "Penguatan yang dilakukan adalah memastikan bahwa kita tidak menyimpan data. Kita hanya mengumpulkan, lalu menyerahkannya ke pusat data nasional," ungkapnya.

Farhan menegaskan kewajiban pengumpul data, "Sebagai pengumpul, kita punya kewajiban memastikan bahwa saat pengumpulan, masyarakat yang menyerahkan data dalam kondisi sadar dan bersedia," pungkasnya.

Dalam upaya melindungi data, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Pusat Data Nasional untuk memastikan keamanan dan integritas data kependudukan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan potensi penyalahgunaan dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem data pemerintah.

kebocoran data kependudukanVECERT AnalyzerPetrusnismWali Kota BandungPengumpulan dataPusat Data Nasionalkeamanan datapenyalahgunaan

Komentar

Memuat komentar...