Warga Cepat Tangkap Pria Tertuju Lompat di Jembatan Cirahong

Yanto K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Warga Cepat Tangkap Pria Tertuju Lompat di Jembatan Cirahong

Gambar atau konten salah?

Selasa, 2 Juni 2026 menandai hari kejadian di Jembatan Cirahong, perbatasan antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Seorang pria berinisial M, berusia 30 tahun, berasal dari Manonjaya, mencoba melompat dari jembatan tersebut. Aksi nekat ini akhirnya dihentikan oleh warga setempat.

Peristiwa dimulai ketika M memarkir sepeda motornya di tengah jembatan dan berjalan ke tepian. Tindakan yang tampak mencurigakan ini segera terlihat oleh pengendara motor yang melintas. Pengendara tersebut langsung melaporkan situasi kepada pedagang di sekitar lokasi.

“Kejadiannya tadi jam 10 kurang sebelum kereta melintas. Sedang jualan dikasih tahu sama yang melintas di motor katanya ada seorang pria yang mau lompat, jadi saya sama mang Wawan langsung ke Jembatan,” ujar Adila saat ditemui di lokasi.

Warga dan pedagang setempat segera berlari ke tengah jembatan untuk menengahi situasi. Dibutuhkan tenaga sekitar sepuluh orang untuk menarik dan mengevakuasi M dari pinggir jembatan. Salah satu pelaku, Wawan, menjelaskan bahwa mereka juga mendapat bantuan dari warga Tasikmalaya dan pemotor lain yang lewat.

“Tadi saya, kang Wawan, ada juga yang dari Tasik ditambah pemotor yang melintas ikut membantu, ada sekitar 10 orang. Alhamdulillah berhasil dievakuasi. Meskipun tadi saya terkena tendangan di dada karena terus meronta‑ronta,” ucapnya.

Selama proses pengamanan, M terus berteriak dan meronta‑ronta dengan tenaga yang sangat besar. Warga khawatir pria itu dapat melarikan diri dan melakukan aksi serupa lagi. Untuk mencegah hal tersebut, warga mengamankan M dengan mengikatnya menggunakan tali.

“Tadi pria itu gogorowokan (teriak) masuk ke Jembatan Cirahong, diduga akan lompat. Jadi ikut membantu menyelamatkan supaya tidak lompat, saya cari tali supaya tidak kabur,” ungkap Wawan, sesama pedagang yang turut membantu.

Setelah M dibawa ke sisi wilayah Tasikmalaya, polisi segera mengevakuasi dan menenangkan pria tersebut. Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah menyatakan bahwa M sudah diamankan dan sedang dalam proses pembicaraan.

“Sudah diamankan, Alhamdulillah berhasil diselamatkan. Sekarang sedang kami ajak ngobrol dari hati ke hati,” kata Kapolsek Manonjaya.

Penyelidikan awal polisi mengungkap bahwa motivasi di balik aksi nekat tersebut berkaitan dengan masalah ekonomi dan pengaruh minuman keras. Sehari sebelumnya, M sempat mengamuk di rumah, menghancurkan barang-barang setelah bertengkar dengan istrinya. Polisi menilai bahwa konsumsi alkohol menjadi pemicu tambahan.

“Motifnya masalah ekonomi, lalu dipicu oleh konsumsi alkohol,” kata Soni. “Tadi juga masih tercium bau minuman keras. Jadi tadi malam dia pulang ke rumah, mengamuk, barang di rumah dihancurkan, memecahkan kaca juga,” tambahnya. “Mungkin setelah dari rumah itu dia pusing, langsung mengendarai motor ke jembatan. Berhenti di tengah, sempat 'hulang‑huleng' (bengong/termenung) diduga mau lompat,” jelas Soni.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran setelah kejadian sebelumnya, di mana seorang lansia juga berusaha melompat di lokasi yang sama. Menanggapi dua insiden tersebut, kepolisian menargetkan peningkatan sistem keamanan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar.

“Memang belum lama ada kejadian Lansia yang lompat, sekarang ada lagi tapi berhasil dicegah. Ya intinya kami imbau masyarakat untuk senantiasa berpikir jernih dan meningkatkan keimanan,” ujar Soni. “Sebagai target ke depan, pihak kepolisian akan mengintensifkan patroli rutin dan mendorong warga untuk kembali mengaktifkan Siskamling.”

“Kemudian kami minta masyarakat setempat lebih proaktif, bila terlihat ada indikasi orang yang mau lompat segera cegah dan melapor kepada kami. Kami juga selalu rutin melakukan patroli di jam rawan. Kalau penjagaan secara terus‑menurun, kami tentu butuh bantuan masyarakat, melalui kegiatan Siskamling,” tambahnya.

Insiden ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan kolaborasi antara warga dan aparat. Kejadian di Jembatan Cirahong menunjukkan bahwa tindakan cepat dan solidaritas masyarakat dapat mencegah tragedi. Kepolisian mengingatkan bahwa patroli rutin dan partisipasi aktif Siskamling menjadi kunci dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan. Dengan meningkatkan kesadaran dan kerja sama, risiko kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Jembatan CirahongPolisiPencobaan LompatSiskamlingEkonomiAlkoholPatroli Rutin

Komentar

Memuat komentar...