Warga Dinar Indah Tuntut Relokasi atas Banjir Berulang
Gambar atau konten salah?
Dinar Indah, sebuah perumahan yang terletak di Kelurahan Mateseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, terus menghadapi banjir berkali-kali. Setiap musim hujan, air menggenang di sekitar rumah, menimbulkan kerusakan dan ketidaknyamanan bagi penduduk. Karena kondisi ini, warga mulai menuntut solusi jangka panjang, yakni relokasi.
Ketua RT 6/RW 26, Fajar, mengungkapkan ketidakpuasan warga atas kejadian banjir yang berulang. Ia mengingat, “2023 saya anggap itu (banjir) yang paling besar karena 2023 sudah segenteng. Kalau ini paling parah (banjir tahun ini) satu hari sebelum Imlek kemarin di bulan Februari. Terus Maret itu pas puasa, terus ini (malam ini),” ujar Fajar pada 30 April 2026. Ia menegaskan bahwa banjir pada 2026 sudah terjadi tiga kali sejak Februari hingga April.
Fajar menambahkan, “Menurut saya sudahlah, maksudnya apa yang mau dipertahanin di bawah (wilayah RT-nya). Itu sudah jelas bahwa sudah nggak layak (dihuni). Itu yang harus pemerintah tahu masalah itu,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa di RT 6 terdapat 27 KK atau 102 warga yang terancam. “Mau solusi apa dari pemerintah? Itu yang kita mau tanyakan. Karena, mohon maaf, yang di situ itu 27 KK dari sekian ratus orang di situ itu nyawa semua,” lanjutnya.
Fajar menyoroti kebutuhan warga akan solusi jangka pendek dan panjang. Ia menyatakan, “Ya, saya tahu sih terkait relokasi itu memang, mungkin, pemerintah juga nggak mudah untuk mewujudkannya. Mungkin dengan berbagai macam kendala yang teknis yang ada,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa perbaikan tanggul dapat menjadi solusi jangka pendek, sedangkan relokasi menjadi solusi jangka panjang. “Tapi maksud saya, ketika memang relokasi itu tidak bisa dilakukan, solusi apa lagi yang bisa ditawarkan untuk kami. Untuk membantu kami supaya kami bisa hidup tenang, nyaman, tidak setiap tahun itu selalu diputus sama namanya banjir,” imbuhnya.
Warga lain, Benowo, menekankan bahwa pemukiman sudah tidak layak. Ia mengungkapkan, “Dari dulu memang pemukiman di situ tidak layak. Harapannya kita relokasi. Kebutuhan relokasi secepatnya,” ungkapnya. Ia meminta agar pemerintah kota dan pusat dapat bekerja sama untuk merelokasi warga. “Cuma pemkot juga bingung relokasi di mana. Asal Pemkot ada lahan, dari pusat itu kolaborasi untuk membangun rumah,” katanya.
Benowo juga menyoroti kebutuhan infrastruktur. Ia menanyakan, “(Apakah butuh tanggul yang layak?) Sangat butuh karena itu insidentil mengingat debit air tinggi. Dan sedimentasi sungai tinggi, butuh dikeruk,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa Sungai Babon, yang melintasi perumahan, perlu dinormalisasi agar tidak menimbulkan banjir lagi.
Sejak banjir besar pada 2023, pemerintah kota Semarang sudah mempertimbangkan relokasi warga Dinar Indah. Rencana tersebut melibatkan pengambilalihan lahan pengembang perumahan untuk pembangunan rumah susun. Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, yang saat itu dijabat sebagai Mbak Ita di Kantor Gubernur Jawa Tengah, menyatakan, “Kami mendengar di situ ada tanahnya dari pengembang, tapi kan tidak mungkin bisa langsung dipakai. Kita akan cari apakah memungkinkan, kalau memungkinkan harus ada hitam di atas putih,” kata Wali Kota Semarang pada 21 Februari 2023.
Ia menambahkan, “Kami sedang menunggu persetujuan atau bantuan dari PUPR. Tapi lahan ini yang harus kami cari karena di sana memang ada lahan, tapi milik pengembang,” jelasnya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses relokasi masih menunggu persetujuan teknis dan administratif.
Warga menuntut agar pemerintah segera memberikan solusi, baik melalui perbaikan tanggul maupun relokasi. Mereka berharap dapat hidup tenang tanpa harus terus-menerus menghadapi banjir. Situasi ini menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, pusat, dan pihak swasta dalam mengatasi masalah banjir di wilayah perumahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PSHT Tutup Jalan, Macet Parah di Ungaran
Bayi Toilet Kereta Sancaka Kondisi Sehat
Cara Mudah Bedakan Anak Kucing Jantan dan Betina
Rian Mahendra Resmi Kembali ke PO Haryanto, Sang Ayah Bernapas Lega
Prakiraan Cuaca Jateng: Berawan, Hujan Ringan di Pegunungan
15 Anak Puncak Merapi Akhirnya Diterima di SMAN Kemalang
Berita Terbaru
PSHT Tutup Jalan, Macet Parah di Ungaran
Libur Sekolah, Jalur Wisata Kota Batu Macet Panjang
BPOM Dorong Terapi Stem Cell Aman untuk Pasien
5 Restoran RI Tembus Rekomendasi Michelin Guide
Unai Simon: Ronaldo Tak Lagi di Level Terbaik
Minyakita Berbau Solar, Kemendag Perketat Pengawasan
Truk Mogok, Macet 9 Km di Jalur Medan-Berastagi