Wings Air Tutup Rute Bandung-Yogyakarta Karena Rendahnya Minat
Gambar atau konten salah?
Wings Air memutuskan menutup rute penerbangan antara Bandung dan Yogyakarta melalui Bandara Husein Sastranegara. Rute ini baru dibuka satu bulan lalu, namun tidak berhasil menarik penumpang.
Alasan utama penutupan adalah rendahnya minat masyarakat. Penerbangan baling-baling ke jarak pendek tidak dapat bersaing dengan moda transportasi lain yang lebih cepat dan murah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa ia memahami hitung‑hitung bisnis sektor swasta. Ia juga menilai keputusan tersebut wajar mengingat kondisi pasar.
“Saya juga sangat prihatin, karena bagaimanapun juga kalau swasta sih ada hitung‑hitungan bisnisnya. Nah, minat masyarakat untuk menggunakan penerbangan baling‑baling ke jarak‑jarak yang sangat dekat memang sudah jauh menurun, ini kan upaya kita mendorong,” kata Farhan, Rabu (1/4/2026).
Farhan menambahkan bahwa penurunan peminat dipengaruhi oleh terhubungnya jalan tol di Pulau Jawa. Sejak operasi pesawat jet di Bandara Husein dialihkan, penerbangan ke Solo dan Yogyakarta menjadi semakin sepi.
“Bagaimanapun juga, penerbangan tertinggi kita itu Bali, Surabaya, Balikpapan, Palembang, Makassar, dan Medan,” ujar Farhan.
Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2019, Bandara Husein memberikan kontribusi 21% terhadap perekonomian Kota Bandung. Untuk menanggapi penurunan, Farhan mengusulkan skema baru.
Ia memaparkan strategi “Whoosh” yang bertujuan mengoptimalkan jumlah penumpang dan trafik. Harapannya, rute ini dapat kembali mendukung sektor transportasi kota.
“Nah, apa yang akan kita lakukan? Secara strategi, kami akan mengoptimalkan jumlah penumpang dan trafik melalui Whoosh. Ini harapan yang sangat besar,” katanya.
“Dulu kita bisa mendatangkan 3,8 juta orang per tahun melalui Bandara Husein, di mana 800 ribunya adalah penerbangan internasional. Nah, sekarang ini melalui Whoosh yang kita harapkan per hari bisa mengangkut sekitar 20 ribu orang pulang pergi. Berarti kalau 300 hari, 20 ribu kali 300, jadi 6 juta. Buat saya, mencapai target 60 persen saja dari situ melalui Whoosh itu insya Allah akan mengkompensasi hilangnya pertumbuhan dan sumbangan dari sektor transportasi,” pungkasnya.
Dengan strategi ini, pihak kota berharap dapat menstabilkan aliran penumpang dan memulihkan kontribusi ekonomi Bandara Husein, sekaligus menjaga konektivitas antar kota di Jawa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
