Wisuda Unimma: Almarhum Lusi Kristiana Terwakili di Panggung

Fandi R. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Wisuda Unimma: Almarhum Lusi Kristiana Terwakili di Panggung

Gambar atau konten salah?

Magelang, suasana haru menyelimuti prosesi wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Diploma periode II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Di tengah sorak sorai, seorang wisudawati yang meninggal diwakilkan oleh keluarganya. Mereka datang membawa foto almarhumah.

Acara berlangsung di Auditorium Kampus 1 Unimma, Jalan Tidar, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, pada 30 April 2026. Dari total 310 wisudawan, satu di antaranya adalah Lusi Kristiana (46).

Ijazah lulusan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG‑PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) diwakilkan oleh kakak iparnya, Faidah Aryanti (45). Faidah didampingi sepupunya Pujiharti, dan Siti Solehah maju memegang foto almarhumah.

Ketika itu, Rektor Unimma Dr Lilik Andriyani, didampingi Dekan FKIP, Ari Suryawan MPd, menyerahkan ijazah almarhumah kepada Faidah. Momen tersebut diunggah ke Instagram @unimma.idn dan akun YouTube Humas Unimma.

“Faidah menyebut adik iparnya merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Dia menyebut mendiang Lusi sehari‑hari mengajar di TKIT Pelita Hati Muntilan, Kabupaten Magelang.”

“Sudah 23 tahun (mengajar TK). Tidak pernah merasakan mengeluh sakit, tidak. Di hari Kamis, 29 Januari 2026, adik saya masih mengajar di Pelita Hati,” kata Faidah Aryanti yang biasa disapa Ida saat dihubungi detikJateng, Jumat 1 Mei 2026.

“Lalu sorenya, dia ke UMM (Unimma) untuk kuliah, untuk menyelesaikan skripsinya semua. Di Jumat 30 Januari 2026, pagi adik saya merasa perutnya tidak enak, mual‑mual, tidak bisa kentut. Terus saya minta izin untuk mengantarkan ke rumah sakit (daerah Gulon) tidak ada rontgen. Terus harus dibawa ke RSIA Muntilan,” sambungnya.

Kakak ipar almarhumah Lusi Kristiana SPd, Faidah Aryanti (baju hitam) menggantikan wisuda di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis 30 April 2026. Foto: dok. Humas Unimma.

Ida mengatakan selama di RSIA Muntilan, adik iparnya itu diperiksa mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Namun, tidak ditemukan adanya penyakit tertentu. “Dari rontgen dalam, dari semuanya, bersih tidak ada penyakit satu apa pun. Jam 11 malam udah dapat bangsal. Jam 02.30 WIB, dia minta untuk diantarkan ke kamar mandi untuk wudhu. Setelah salat, dia cuma bilang pengen bobok sebentar,” kenang Ida yang menunggui bersama suaminya, Widhi Wijatmoko (55).

Selang 10 menit, adik saya tidur terbangun duduk sendiri dan berkata Allahu Akbar sambil memegangi kakinya. Allahu Akbar, dia tertunduk. Saya pegangi, saya belum percaya kalau adik saya pergi, lalu cuma saya mencari dokter untuk memastikan. Ternyata dokter bilang, ‘Innalillahi, adik udah pergi untuk selamanya,’ ujarnya.

Setelah itu, ia pun bertanya kepada dokter perihal sakit yang diderita adik iparnya tersebut. Saat itu, dokter menyampaikan jika asam lambungnya naik.

(Meninggalnya) Tanggal 31 Januari 2026. Jadi masuk di hari Sabtu, ujar Ida yang tinggal di Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Ida mengatakan sebelum kuliah di Unimma, Lusi sempat kuliah di Jogja mengambil jurusan perbankan. “Tapi, di sekolahan sekarang dia kan guru TK. Jadi dia harus mengambil Sarjana Kependidikan Anak Usia Dini. Lalu adik saya mengambil itu, S1. Itu cita‑cita adik saya dari dulu,” cerita Ida.

Dia menyebut Lusi dinyatakan lulus pada 12 Januari 2026. Dia mengambil skripsi dengan judul Tingkat Pendidikan Orang Tua Dan Praktik Pengasuhan Anak Di Dusun Druju Tegal Desa Plosogede Kecamatan Ngluwar. Lusi meraih IPK sebesar 3,18. Wisuda kemarin tanggal 30 April 2026, tutur dia.

Setelah Lusi meninggal, ia yang mengurus proses wisuda. Bahkan sering datang ke kampus untuk mengurus proses wisuda mendiang adiknya tersebut. “Setelah ini, besok sepuluh hari lagi adik seratus hari. Iya (pas wisuda bawa foto adik). Ada yang ngasih foto adik saya,” tambahnya.

“Iya antara apa ya (tidak bisa bilang), antara bahagia. Bahagianya gini, karena cita‑cita adik saya sedari dulu yang diimpi‑impikan adik saya bisa terwujud hari ini. Walaupun adik saya nggak ada, tapi saya percaya adik saya di sana melihat saya dengan saya dimampukan. Apa ya, nggak bisa diungkapkan dengan kata‑kata ya. Adik yang saya sayang satu‑satunya, adik dia pergi dengan cita‑cita,” kata Ida yang suaranya semakin lirih.

Terkait dengan prosesi wisuda tersebut, Rektor Unimma Dr Lilik Andriyani menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah. “Kami keluarga besar Universitas Muhammadiyah Magelang turut berduka cita yang sedalam‑sedalamnya atas berpulangnya Lusi Kristiana, SPd. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosa‑dosanya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi‑Nya,” kata Lilik.

Pihaknya juga mendoakan bagi keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. Kehadiran keluarga hari ini menjadi bukti cinta dan penghormatan atas perjuangan almarhumah dalam menempuh pendidikan, ujar Lilik. Kepergian almarhumah menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap perjuangan, setiap ilmu yang diperoleh dan setiap amal kebaikan akan menjadi bekal yang abadi. Semoga semangat perjuangan almarhumah dalam menuntut ilmu menjadi inspirasi bagi kita semua, pungkasnya.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam proses akademik. Meskipun kehilangan tragis, perjalanan Lusi tetap menjadi contoh bagaimana tekad dan pendidikan dapat menginspirasi generasi berikutnya.

WisudaLusi KristianaUniversitas Muhammadiyah MagelangFKIPRSIA MuntilanRektor Lilik AndriyaniAsam Lambung

Komentar

Memuat komentar...