Zero Dose Anak Jawa Barat Turun 67 Ribu, Tantangan Hoaks

Agus P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Zero Dose Anak Jawa Barat Turun 67 Ribu, Tantangan Hoaks

Gambar atau konten salah?

Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa 67 ribu anak di Jawa Barat belum menerima imunisasi dasar rutin, yang dikenal sebagai zero dose. Isu agama dan penyebaran hoaks menjadi hambatan bagi keluarga untuk membawa anak ke posyandu.

Selama kunjungannya ke Bandung, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa jumlah anak yang belum imunisasi di Indonesia mencapai 2,3 juta jiwa. Di Jawa Barat, angka tersebut turun dari 102 ribu menjadi 67 ribu. "Angkanya di seluruh Jawa Barat ada 67 ribu. Tadinya 102 ribu, tapi tahun 2025 itu terus diupayakan supaya mendapat imunisasi. Makanya, kita harapkan dalam setahun-dua tahun ini bisa habis sehingga tidak ada zero dose lagi," katanya, Selasa (12/5/2026).

Dia menegaskan bahwa sejak tahun 2025 pemerintah terus berupaya menghilangkan zero dose, berharap dapat selesai dalam satu atau dua tahun ke depan.

Imunisasi pada anak sempat menurun drastis selama pandemi COVID-19. Kondisi ini membuat beberapa daerah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak akibat rendahnya pemberian imunisasi.

Dante tidak menutup kemungkinan masih ada tantangan di lapangan. Isu agama dan hoaks sering membuat orang tua enggan datang ke posyandu. "Ada beberapa hoaks di media. Ada yang mereka tidak mau diimunisasi karena menganggap imunisasi itu punya efek samping," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pernah ada hoaks yang mengatakan vaksin menyebabkan autis. "Saya jelaskan, dulu pernah ada hoaks yang mengatakan bahwa salah satu imunisasi itu menyebabkan autis, katanya. Ternyata studi empiris yang kita lakukan, jutaan orang di seluruh dunia tidak pernah menimbulkan efek samping autis. Jadi aman-aman saja," ucapnya menambahkan.

Isu agama, khususnya vaksin campak, sering dikaitkan dengan penggunaan tripsin babi. Dante menegaskan bahwa bahan tersebut telah dimurnikan. "Isu yang kedua penyebab zero dose adalah isu agama. Saya akan jelaskan bahwa salah satu imunisasi yang dilakukan adalah imunisasi campak. Memang imunisasi campak itu pada bahan dasarnya untuk memisahkan sel-sel growth-nya itu menggunakan tripsin babi. Tetapi kemudian dipurifikasi atau dimurnikan, dipisahkan, hingga akhirnya pada sampai produk jadinya tripsin babi itu sudah tidak ada lagi," bebernya.

Ia menambahkan bahwa MUI telah menguji vaksin tersebut dan tidak mengandung tripsin babi. "Ini sudah diuji oleh MUI, vaksin yang dulu dianggap mengandung tripsin babi tripsin pada campak ini sudah sama sekali tidak mengandung unsur yang berasal dari tripsin babi tersebut. Jadi isu agama yang kadang-kadang juga menjadi tantangan buat kita menjelaskan kepada masyarakat dan pemuka agama itu menjadi sangat penting. Jadi, imunisasi ini halal dan baik bagi masyarakat," tuturnya menambahkan.

Dante menekankan pentingnya imunisasi bagi tumbuh kembang anak. "Kalau kita tidak melakukan imunisasi secara cepat, maka ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Kalau kita bisa imunisasi, angka kejadian penyakit-penyakit yang bisa dihindari itu menjadi kecil. Anak-anak bisa tumbuh dengan sehat, bisa optimal, tidak gampang sakit dan kalaupun kena misalnya terkena campak dengan kondisi yang lebih ringan," katanya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menambahkan bahwa jumlah anak yang belum diimunisasi di wilayahnya mencapai 6.700 jiwa. Ia menegaskan bahwa berbagai program digalakkan untuk menekan jumlah tersebut. "Imunisasi ini adalah langkah awal untuk kita semua memulai hidup sehat dan aktif terutama untuk anak-anak kita. Imunisasi sudah terbukti memberikan kita daya tahan agar anak-anak kita tumbuh menjadi orang dewasa yang sangat produktif," pungkasnya.

Data menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil menurunkan zero dose di Jawa Barat, namun masih ada tantangan berupa hoaks dan isu agama. Upaya pengujian halal oleh MUI dan program posyandu diharapkan dapat mempercepat pencapaian imunisasi lengkap bagi semua anak.

zero doseimunisasihoaksisu agamaMUIposyandu

Komentar

Memuat komentar...