Zikir 1.000 Kali di Hari Arafah: Tahlil & Al-Ikhlas

Agus P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Zikir 1.000 Kali di Hari Arafah: Tahlil & Al-Ikhlas

Gambar atau konten salah?

Hari Arafah adalah hari yang dianggap paling istimewa dalam Islam. Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir, karena dipercaya sebagai waktu mustajab untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurut informasi yang diambil dari akun Instagram Kemenag Muara Enim @kemenagmuaraenim, zikir yang dianjurkan pada Hari Arafah terdiri dari dua bacaan utama: Tahlil dan Surat Al-Ikhlas. Kedua bacaan tersebut harus dibaca sebanyak 1.000 kali setiap orang.

Tahlil dalam bahasa Arab adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Arab Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan semesta dan bagi-Nya segala pujian. Dia Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Selanjutnya, bacaan Surat Al-Ikhlas ditulis dalam bahasa Arab:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌۚ ۝١ اللَّهُ الصَّمَدُۚ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌࣖ
Arab Latin: Qul huwallaahu ahad. Allaahush-shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad.
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.'"

Selain dua bacaan utama, umat Muslim juga dapat membaca zikir lain yang biasa diamalkan sehari-hari. Salah satu contoh yang sering disarankan adalah istighfar sebagai permohonan ampun kepada Allah. Berikut bacaan istighfar yang dapat dipraktekkan pada Hari Arafah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهُ الْعَظِيمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Arab Latin: Astagfirullahul-'adziim wa atuubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung dan bertaubat kepada-Nya."

Keutamaan Hari Arafah tidak hanya terletak pada zikir, tetapi juga pada pengampunan dosa dan pembebasan dari neraka. Menurut buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa'adah, hari ini adalah hari di mana orang yang berwuquf di Arafah dibanggakan oleh malaikat. Hadits shahih Muslim menguatkan hal tersebut:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ، مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ، ثُمَّ يُبَاهِي بِهِ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟.

Hadits lain yang tercatat dalam kitab Al-Musnad juga menegaskan bahwa Allah sangat membanggakan ahli Arafah kepada malaikat. Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya Allah sangat membanggakan ahli Arafah kepada Malaikat-Malaikat-Nya pada sore hari Arafah, kemudian berfirman, 'Lihatlah kepada hamba-hamba-Ku, mereka telah datang kepada-Ku dalam keadaan kotor dan berdebu.'
Dan dari Abi Hurairah, Rasulullah berkata:
Sesungguhnya Allah sangat membanggakan ahli Arafah, kemudian berfirman, 'Lihatlah kepada hamba-hamba-Ku yang dalam keadaan kotor dan berdebu.'

Hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa pada Hari Arafah, orang yang berwuquf dianggap bersih di mata Allah meski secara fisik berada dalam kondisi kotor dan berdebu. Hal ini menambah motivasi bagi umat Muslim untuk tetap berpegang pada ibadah di hari tersebut.

Dengan memahami bacaan zikir 1.000 kali dan keutamaan Hari Arafah, umat Muslim dapat menyiapkan diri secara spiritual. Melalui doa, zikir, dan pengakuan dosa, mereka berharap dapat memperoleh ampunan dan kebebasan dari siksa neraka.

Secara keseluruhan, Hari Arafah menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan mereka dengan Allah melalui bacaan zikir dan doa. Kegiatan ini tidak hanya menambah nilai spiritual, tetapi juga mengingatkan tentang pentingnya kesadaran diri dan penyesuaian hati dalam menunaikan ibadah.

Hari ArafahZikirTahlilSurat Al‑IkhlasIstighfarPengampunan DosaHadis

Komentar

Memuat komentar...