104 Tahun, Marsiyah Jadi Jemaah Tertua Dunia Haji 2026
Gambar atau konten salah?
Marsiyah adalah perempuan lanjut usia 104 tahun yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Pada musim haji 2026, ia menjadi jemaah tertua di dunia.
Ia termasuk dalam 221 ribu jemaah haji Indonesia yang berangkat bersama Kloter SUB 112 Embarkasi Surabaya. Marsiyah tiba di Makkah pada 22 Mei 2026 pagi waktu setempat. Kehadirannya menarik perhatian karena usianya jauh melampaui rata-rata jemaah haji.
Perempuan ini didampingi oleh putrinya, Muidah, yang berusia 67 tahun. Marsiyah masih dapat berjalan perlahan dengan bantuan tongkat, meski sering menggunakan kursi roda selama rangkaian ibadah haji.
Keberhasilan Marsiyah menjadi inspirasi bagi perjalanan haji 1447 Hijriah ke Makkah dan Madinah. Ia memulai proses pendaftaran pada tahun 2021 setelah menabung selama bertahun-tahun. Uang tersebut ia kumpulkan dari hasil penjualan jenang yang disisihkan sedikit demi sedikit. Tabungan disimpan dalam kaleng hingga cukup untuk mendaftar. Jika masih kurang, anaknya membantu menambah.
“Anu ya menabung, saya kan jualan jenang. Saya menabung sedikit-sedikit begitu, saya masukkan kaleng lalu saya simpan. Nanti kalau ada kurangnya, ditambahkan anak saya,” tutur Marsiyah kepada tim Media Center Haji pada 22 Mei 2026.
Meski usianya sudah lebih dari satu abad, kondisi Marsiyah dilaporkan tetap baik. Saat ditanya mengenai kesehatannya, ia menjawab singkat, “saya ndak pernah sakit.”
Berada dalam kondisi sehat secara fisik dan mental menjelang wukuf di Arafah, ia mengungkapkan kebahagiaan: “Alhamdulillah, atiku marem (hatiku senang).”
Abiswatun Nadhiroh, kepala Kloter 112 Embarkasi Surabaya, menyatakan bahwa Marsiyah dalam keadaan sehat dan siap mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji. Meskipun ia lebih banyak menggunakan kursi roda, secara keseluruhan kondisi fisik dan mentalnya sudah memadai.
Keberadaan Marsiyah menegaskan bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi seseorang yang tekun menabung dan berjuang untuk menunaikan rukun Islam kelima. Kisahnya mengingatkan bahwa setiap orang, terlepas dari usia, dapat mencapai tujuan spiritualnya jika didukung tekad dan usaha yang konsisten.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
