115 Jemaah Badung Berangkat Haji ke Tanah Suci Gratis

Bayu K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
115 Jemaah Badung Berangkat Haji ke Tanah Suci Gratis

Gambar atau konten salah?

29 April 2026 – Di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Bali, 115 jemaah haji asal Kabupaten Badung resmi dilepas untuk bertolak ke Tanah Suci. Acara pelepasan ini menjadi bagian dari kuota Provinsi Bali untuk musim haji 1447 Hijriah. Jemaah yang hadir didominasi oleh perempuan dan lansia, menambah warna kebersamaan dalam perjalanan suci.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Badung, Ummu Isfaroh Triharjanti, total jemaah yang berangkat tahun ini adalah 115 orang. Dari jumlah tersebut, 114 adalah jemaah reguler dan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) turut berangkat. Angka ini masuk dalam kuota Provinsi Bali yang mencapai 698 jemaah.

Ummu Isfaroh menjelaskan bahwa 60 jemaah, atau 52,2 %, adalah perempuan, sementara 55 jemaah, atau 47,8 %, adalah laki‑laki. Dari segi usia, jemaah tertua bernama Siti Khuzaimah berusia 80 tahun, sedangkan jemaah termuda, Dani Aditya Saputra, berusia 27 tahun. Sejumlah 10 lansia berusia di atas 65 tahun, termasuk Siti Khuzaimah, telah mengikuti bimbingan manasik tingkat kecamatan sebanyak empat kali dan tingkat kabupaten pada 11 April 2026.

Seluruh jemaah, baik reguler maupun PHD, dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci melalui Kloter 70 Sub Embarkasi Surabaya. Mereka akan diberangkatkan setelah melewati serangkaian vaksinasi, termasuk Meningitis, Polio, dan Covid, yang diselenggarakan pada akhir April 2026.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memfasilitasi jemaah haji. Ia menyoroti layanan gratis yang diberikan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga akomodasi keberangkatan. “Saya dengar pemerintah kabupatennya itu Ngayah-nya luar biasa, tadi saya dengar MCU gratis, transportasi gratis, sampai vaksin juga gratis,” ujar Dahnil saat melepas jemaah haji di Puspem Badung.

Dahnil menilai kemudahan tersebut sangat membantu jemaah, terutama di tengah situasi ekonomi global dan kenaikan harga tiket pesawat. Menurutnya, langkah Pemkab Badung sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berupaya menjaga biaya haji agar tetap terjangkau bagi masyarakat. “Ibu-ibu ini rata‑rata nggak takut perang, yang mereka takut cuma satu: naik harga. Makanya ketika tiket pesawat naik, Presiden Prabowo tidak menaikkan harga haji, jadi sudah connecting dengan Pemerintah Badung,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah pusat tengah merancang strategi untuk mengoptimalkan operasional haji menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi pariwisata Indonesia, khususnya Bali. Rencana ini melibatkan penggunaan pesawat sewa atau charter yang selama ini hanya mengangkut jemaah satu arah. Pemerintah menargetkan kunjungan balik dari wisatawan Timur Tengah untuk mendongkrak devisa dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dahnil menyebut kementeriannya sedang ingin mengoptimalkan penggunaan pesawat sewa atau charter yang selama ini membawa jemaah haji Indonesia. “Pesawat haji itu charter, dia berangkatnya bawa jemaah haji tapi pulangnya kosong dan banyak yang mubazir. Kami sedang bicara dengan Kementerian Pariwisata agar ada paket wisata yang menggiurkan bagi orang Arab ke Indonesia, khususnya ke Badung dan Bali,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Puspem Badung.

Langkah ini diambil karena adanya ketimpangan jumlah kunjungan antara warga Indonesia ke Arab Saudi dengan sebaliknya. Dahnil mencatat setiap tahun ada sekitar 3 juta warga Indonesia yang ke Arab Saudi, sementara kunjungan warga Saudi ke Indonesia hanya berkisar 33 ribu orang. “Bayangkan perbandingannya itu 3 juta banding 33 ribu orang, padahal setiap musim haji itu sebagian besar orang Arab justru berwisata ke luar negeri. Kami ingin mendorong mereka ke Indonesia supaya ada arus uang masuk atau cash inflow untuk belajar tradisi dan budaya kita,” kata Dahnil.

Ia juga menyoroti potensi besar jemaah umrah asal Provinsi Bali yang mencapai 12 ribu orang setiap tahunnya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi haji. Jumlah yang besar ini diharapkan dapat dikelola lebih baik agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Jemaah umrah di Bali itu tiap tahun bisa 12 ribu orang dan secara ekonomi jumlahnya besar sekali jika kita bisa merevitalisasi ini menjadi objek wisata. Kita ingin dorong jemaah wisata dari Saudi datang ke Badung agar PAD bisa nambah melalui ekosistem ekonomi haji ini,” pungkasnya.

Dengan dukungan layanan gratis dan rencana optimalisasi pesawat charter, Kabupaten Badung menunjukkan komitmen kuat dalam memfasilitasi jemaah haji sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Perpaduan antara pelayanan publik dan potensi pariwisata menandai langkah strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan destinasi wisata di Bali.

Jemaah Haji BadungPuspem BadungVaksin GratisPesawat CharterEkonomi HajiPariwisata BaliPendapatan Asli Daerah

Komentar

Memuat komentar...