20 Kasus Rabies di Badung, Vaksinasi Mencapai 51,77%

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
20 Kasus Rabies di Badung, Vaksinasi Mencapai 51,77%

Gambar atau konten salah?

Kasus rabies di Kabupaten Badung, Bali, tetap menjadi ancaman serius. Sejak Januari 2026, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung mencatat 20 anjing terkonfirmasi positif rabies. Kecamatan Kuta Selatan menjadi wilayah paling rawan penyebaran, menambah kekhawatiran di kalangan petugas kesehatan hewan.

“Kalau untuk kasus rabiesnya ada sekitar 20 kasus yang terjadi di anjing yang positif. Wilayah Kuta Selatan yang paling besar makanya kami berikan atensi di sana,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disperpa Badung, I Gusti Ngurah Narendra Putra, Rabu (27 Mei 2026).

Narendra menjelaskan bahwa kondisi geografis dan tingginya populasi anjing liar menjadi tantangan utama. Banyak hewan peliharaan di kawasan itu juga tidak terdata, sehingga menyulitkan pengendalian penyebaran virus rabies. Padatnya permukiman dan banyaknya anjing yang diliarkan membuat penanganan di wilayah itu tidak mudah.

“Di situ kan lokasinya kompleks ya, banyak penduduk dan banyak anjing yang diliarkan sehingga itu menjadi masalah kami dalam penanganan. Kami sudah jalan vaksinasi di puluhan titik di sana (Kutsel),” ujar Narendra.

Untuk menekan penyebaran rabies, Pemerintah Kabupaten Badung menggencarkan vaksinasi massal sejak 01 April 2026. Program ini menyasar seluruh desa dan kelurahan di Badung, totalnya ada 62 wilayah. Estimasi populasi hewan penular rabies di daerah ini mencapai 95.000 ekor, sehingga target minimal 70 persen, atau sekitar 75.000 ekor, harus divaksin.

“Kami menyasar semua desa dan kelurahan di Badung yang totalnya ada 62 wilayah. Estimasi populasi hewan penular rabies ini ada 95.000 ekor, jadi sekitar 75.000 ekor atau minimum cakupan 70 persen populasi yang kami sasar untuk divaksin,” tutur Narendra.

Hingga kini, capaian vaksinasi rabies di Badung telah mencapai 51,77 persen dan masih terus berlangsung. Disperpa Badung menargetkan program vaksinasi massal rampung pada 01 Juni 2026 atau awal 01 Juli 2026.

“Vaksinasi rabies untuk Kabupaten Badung sudah mencapai sekitar 51,77 persen dan ini masih terus jalan. Kita kan sudah mulai dari April ini, mungkin Juni atau Juli awal nampaknya sudah selesai,” sebut Narendra.

Disperpa Badung juga memastikan stok vaksin rabies masih aman. Saat ini, Badung memiliki sekitar 75.000 dosis vaksin yang turut diperkuat bantuan 40.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami di dinas sendiri sekitar 75.000 dosis. Ada bantuan dari provinsi itu sekitar 40.000 dosis lagi, ya itu cukuplah,” pungkas Narendra.

Program vaksinasi massal di Badung menunjukkan progres yang signifikan, meski masih ada tantangan logistik dan pengawasan populasi anjing liar. Upaya terus berlanjut untuk mencapai target 70 persen vaksinasi, guna mengurangi risiko penyebaran rabies di wilayah ini.

RabiesBadungVaksinasi massalAnjing liarKecamatan Kuta SelatanDisperpaPemerintah Kabupaten Badung

Komentar

Memuat komentar...