204 Lulusan SMA/SMK Gianyar Ikut Pelatihan Kerja 1 Tahun
Gambar atau konten salah?
204 lulusan SMA dan SMK di Gianyar akan memulai pelatihan kerja satu tahun, menurut pengumuman Bupati Gianyar I Made Mahayastra pada 03 Juni 2026. Program ini menempatkan peserta di sembilan sekolah internasional di wilayah tersebut dan menyiapkan mereka untuk bekerja di sektor perhotelan setelah menyelesaikan pelatihan.
Bupati mengungkapkan, “Peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun,” kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam keterangannya, 03 Juni 2026. Pelatihan akan berlangsung di Bali Crystal College, Caribbean International School, Elizabeth International, Indiana Hospitality Management School, Monarch Gianyar, Sun Glory, Royal Bali College, dan The Hotel International School.
Di setiap lembaga, peserta akan belajar berbagai keterampilan perhotelan dan restoran, mulai dari front office, housekeeping, food and beverages, pastry and bakery, hingga layanan lainnya. Mahayastra menekankan pentingnya keberanian menampilkan kemampuan: “Setinggi apapun pengetahuan yang dimiliki, apabila tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada pada titik yang sama. Karena itu, tunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jika melakukan kesalahan, kita masih bisa memperbaikinya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kebutuhan tenaga kerja profesional dan kompeten. “Lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya. Menurutnya, sektor pariwisata kini sudah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan, sehingga pelatihan harus relevan dengan tren industri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, menegaskan bahwa peserta masih berada dalam usia produktif, maksimal 25 tahun, dan berasal dari masyarakat yang masih memerlukan bantuan pemerintah. “Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan batas usia maksimal 25 tahun, serta berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan bantuan pemerintah,” jelas Suardana.
Program ini dirancang untuk 400 orang, namun hanya 394 yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, beberapa tidak memenuhi syarat karena melebihi batas usia, tidak berdomisili di Gianyar, mengundurkan diri, atau memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Setelah tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, 204 penerima manfaat akhirnya ditetapkan.
Bupati dua periode tersebut berharap lembaga pelatihan memperkuat koordinasi dengan agen pemberangkatan dan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI). Ia juga mengajak pihak sekolah untuk memperluas bidang keterampilan dan pendidikannya, agar lulusan dapat bersaing di pasar kerja global.
Program ini menandai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja muda di bidang pariwisata, sekaligus membuka peluang kerja di industri yang terus berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
