50 Bhikkhu Tiba di Bandara Bali, Mulai Walk for Peace
Gambar atau konten salah?
50 Bhikkhu dari Thailand, Laos, dan Malaysia tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 07 Mei 2026 malam. Mereka menuruni tangga penerbangan AirAsia AK374 yang datang dari Kuala Lumpur. Penerbangan tersebut berangkat pada 21.30 Wita dan menurunkan para bhikkhu di Bali.
Para bhikkhu ini akan memulai Indonesia Walk for Peace, sebuah misi spiritual dan kampanye perdamaian. Rencana mereka adalah berjalan kaki melintasi beberapa wilayah di Indonesia, menekankan nilai persaudaraan dan ketenangan.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memberikan layanan penuh untuk memastikan kedatangan rombongan berjalan lancar. Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina bekerja sama, sehingga proses kedatangan tidak mengalami kendala.
Nugroho Jati, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menyatakan kebanggaannya atas peranannya dalam menyambut acara ini. Ia menegaskan bahwa Bali adalah destinasi dunia yang menghargai keberagaman budaya, harmoni, dan spiritualitas.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai menyampaikan selamat datang kepada seluruh Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace. Sebagai pengelola bandara, kami merasa terhormat telah menjadi bagian dari kedatangan para Bhikku yang akan memulai perjalanan spiritual,” ujarnya pada 08 Mei 2026.
“Kehadiran para Bhikkhu di Bali membawa pesan positif mengenai pentingnya menjaga kedamaian, keharmonisan, dan persaudaraan di tengah masyarakat majemuk. Kami berharap perjalanan spiritual ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak pihak,” lanjut Nugroho.
Indonesia Walk for Peace adalah ritual perjalanan spiritual lintas daerah yang dirancang untuk memperingati Hari Raya Waisak. Para bhikkhu akan menempuh ribuan kilometer dengan berjalan kaki, melewati kota-kota di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, sebelum mencapai Candi Borobudur di Magelang.
Melalui perjalanan ini, para bhikkhu mengajak masyarakat untuk memperkuat toleransi, kepedulian sosial, dan hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Kegiatan ini menegaskan kembali pentingnya nilai perdamaian dalam kehidupan sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
