52.029 Penumpang Mudik Lewat Padangbai Tanpa Antrian Panjang
Gambar atau konten salah?
52.029 orang meninggalkan Bali lewat Pelabuhan Padangbai, Karangasem, pada periode mudik Lebaran 2026. Angka ini tercatat mulai H-10 hingga H Lebaran.
Kepala Satpel Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Padangbai, I Ketut Sugiartono, menjelaskan bahwa tingginya arus pemudik tidak menimbulkan antrean panjang di pelabuhan. Menurutnya, semua penumpang masih dapat terakomodasi.
"Penumpang terbanyak yang menyeberang terjadi pada H-4 Lebaran dengan jumlah 9.550 orang dalam sehari," kata Sugiartono pada Minggu, 22 Maret 2026.
Satpel BPTD mencatat kendaraan yang menyeberang menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat: 16.881 sepeda motor dan 1.447 mobil. Sugiartono memperkirakan jumlah kendaraan yang masuk Bali via Padangbai tidak jauh berbeda saat arus balik.
Ia menyatakan situasi arus balik masih landai dan belum ada tanda peningkatan penumpang yang tiba di Pelabuhan Padangbai. "Puncak arus balik kami belum bisa pastikan. Berdasarkan pengalaman, masyarakat yang balik tidak bersamaan harinya," ujarnya.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Gede Wirya, mengungkapkan sudah menyiapkan skema pengamanan terkait arus balik. Pemeriksaan penumpang akan melibatkan personel TNI, Polri, ASDP, dan instansi terkait lainnya.
"Kami akan melakukan pemeriksaan di tiga pos yang tersedia secara ketat yang dibantu juga oleh instansi terkait lainnya di Pelabuhan," ujar Wirya. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan barang bawaan maupun identitas penumpang akan diperketrat.
Data ini menunjukkan bahwa arus keluar dan masuk pelabuhan Padangbai selama mudik Lebaran 2026 cukup terkelola, meski jumlah penumpang tetap tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
