Abrasi Pantai Monggalan Mengancam Rumah Warga, Siap Relokasi

Ratna D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Abrasi Pantai Monggalan Mengancam Rumah Warga, Siap Relokasi

Gambar atau konten salah?

Di pesisir Pantai Monggalan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, abrasi laut semakin merusak lahan. Warga yang masih tinggal di sana menunggu pemerintah membangun tanggul agar lahan tidak terus tergerus.

Seorang warga berusia 68 tahun, I Dewa Raka, mengaku terpaksa tinggal di area tersebut karena usaha jualan. Ia mengatakan, “Saya di sini terpaksa karena jualan. Kalau malam tidak berani tidur di sini. Saya mengungsi di rumah orang tua.”

Raka menegaskan bahwa luas pesisir yang tergerus terus bertambah, khususnya saat air pasang. Ia menunjuk lahan dan rumahnya yang sudah tenggelam. “Dulu rumah saya di pelampung itu. Dalam dua setengah tahun, sudah banyak yang habis. Kalau tidak dibuat tanggul, ini bisa habis semua,” ungkapnya sambil menunjuk deretan rumah di bibir pantai yang belum terdampak abrasi.

Ia tinggal di rumah milik warga lain yang sudah pindah. Rumah itu berada tepat di bibir pantai yang terus terkikis. Raka menggunakan halaman samping rumah itu untuk berjualan. Ia juga bekerja sebagai buruh angkut barang ke Nusa Penida.

“Kalau sudah malam, mana berani. Siang saja tetap cemas. Kalau pasang datang, jualan saya bisa habis. Rugi sudah jadinya,” kata Raka. Ia menambah, “Pantauan detikBali, puing-puing rumah terakhir yang disapu abrasi masih tergeletak di bibir pantai. Seolah menunggu ditelan ombak.”

Di sekitar 20 meter dari sana, ombak terus menyapu akar pohon ketapang. Raka menyebut, “Daunnya sudah kuning semua. Sebagian sudah mati.”

Selain mengkhawatirkan lahan, Raka menantikan bantuan bedah rumah yang dijanjikan pemerintah. Ia sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan tempat tinggal. “Semoga tahun ini jadi dibuatkan rumah,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Klungkung telah merencanakan relokasi warga terdampak abrasi. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menegaskan hal itu pada rapat rencana relokasi warga korban abrasi tanggal 10 April. “Kondisi di Pantai Monggalan sudah sangat parah akibat abrasi. Kami mengambil langkah cepat untuk melokalisir warga ke tempat yang lebih aman dan nyaman, agar mereka segera memiliki hunian yang layak,” ujarnya.

Perbekel Desa Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, menyatakan ada 12 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh abrasi di Monggalan. Dari jumlah tersebut, 7 KK tidak memiliki lahan pribadi untuk mendapat bantuan bedah rumah. “Ketujuh keluarga ini yang akan diprioritaskan untuk segera menempati di Rumah Deret Santhi Rahayu di Desa Sulang,” jelasnya.

Situasi ini menyoroti betapa pentingnya tindakan cepat pemerintah dalam menangani abrasi laut. Tanpa intervensi, rumah dan usaha warga akan terus terancam, sementara upaya relokasi dan pembangunan rumah masih menunggu realisasi. Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak.

abrasi lauttanggulrelokasiPantai MonggalanKlungkungrumah deretomak

Komentar

Memuat komentar...