Antrean Truk Gilimanuk Meningkat, TBB Siap Cepat Lebaran

Lina F. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Antrean Truk Gilimanuk Meningkat, TBB Siap Cepat Lebaran

Gambar atau konten salah?

Di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, antrean truk logistik menumpuk pada siang hari. Ratusan kendaraan menumpuk di area parkir pelabuhan, lalu meluncur ke jalan utama menuju pintu masuk dermaga pada H+9 Lebaran. Kondisi ini muncul setelah pelabuhan menerapkan skema TBB (tiba‑bongkar‑berangkat).

Otoritas pelabuhan memutuskan skema ini untuk mempercepat pengosongan antrean arus balik Lebaran yang masih terjadi di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan pola TBB, kapal tidak berlama‑lama bersandar di dermaga, sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menekankan bahwa kecepatan layanan di setiap titik menjadi perhatian utama. Ia menjelaskan bahwa pola TBB memaksa kapal untuk tidak berlama‑lama bersandar di dermaga. "Fokus kami adalah memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Melalui pola TBB, kapal tidak berlama-lama di dermaga sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak," ungkap Yossianis.

ASDP mengoptimalkan waktu bongkar muat kapal dengan durasi rata-rata hanya 35 menit per siklus. Meski memicu antrean di Gilimanuk, Yossianis menegaskan langkah ini diambil agar rotasi kapal dari Ketapang meningkat signifikan. "Yang terpenting adalah flow tetap hidup. Antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti," tambahnya.

Untuk mempercepat pelayanan, 34 kapal dioperasikan, meningkat dari jumlah normal yang biasanya hanya 28 kapal. Dari 34 kapal tersebut, 22 menerapkan pola TBB, sementara empat kapal perbantuan dikerahkan khusus untuk menjaga ritme layanan tetap stabil di tengah tingginya volume kendaraan yang menyeberang ke Pulau Dewata.

Data Posko Pelabuhan Ketapang mencatat peningkatan jumlah pengguna jasa yang masuk ke Bali pada H+8 Lebaran atau Senin (30 Maret 2026). Total kendaraan yang menyeberang mencapai 17.608 unit. "Secara umum terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Bali, naik 2,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Manajer Humas ASDP Ketapang, Bintang Felfian.

Bintang merinci kendaraan yang masuk Bali pada H+8 Lebaran: sepeda motor 10.617 unit (naik 7,5%), mobil pribadi 4.808 unit (turun 3,1%), bus 572 unit (naik 11,3%) dan truk logistik 1.611 unit (turun 15,4%).

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+8, total penumpang yang sudah menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 624.717 orang. Puncak arus balik sendiri telah terlampaui pada Minggu (29 Maret 2026) atau H+7 dengan total 56.365 penumpang dalam sehari. "Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+8, total penumpang yang sudah menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 624.717 orang. Puncak arus balik sendiri telah terlampaui pada Minggu (29 Maret 2026) atau H+7 dengan total 56.365 penumpang dalam sehari," tambah Bintang.

Perubahan skema TBB di Gilimanuk menandai upaya pelabuhan untuk menyeimbangkan kebutuhan arus balik Lebaran. Meskipun antrean masih terjadi, langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran layanan dan meminimalisir penumpukan kendaraan di dermaga.

Pelabuhan GilimanukTBB (tiba‑bongkar‑berangkat)ASDP Indonesia FerryLebaran arus balikantrean truk logistikrotasi kapalvolume kendaraanpenumpang menyeberang

Komentar

Memuat komentar...