AS Serang Iran Malam Ketiga, Target Pesisir dan Rudal
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran. Ini adalah malam ketiga berturut-turut mereka melancarkan operasi militer. Ledakan dilaporkan terdengar di beberapa kota di Iran.
Komando Pusat AS (US Central Command) mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka mengatakan serangan dimulai pukul 16.45 waktu setempat. Serangan ini dilakukan atas perintah Panglima Tertinggi. Targetnya adalah pasukan militer Iran.
Seorang pejabat AS yang berbicara kepada CNN menjelaskan sasaran serangan. Targetnya meliputi aset militer Iran, seperti sistem pengawasan pesisir. Kemampuan drone dan rudal Iran juga menjadi sasaran.
Dalam pernyataannya, US Central Command menulis bahwa serangan ini akan terus melemahkan pasukan Iran. Mereka juga mengatakan serangan bertujuan mengurangi kemampuan Iran menyerang warga sipil dan kapal komersial di Selat Hormuz.
Setelah serangan AS, ledakan dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan tiga ledakan terdengar di Bandar Abbas. Kota pelabuhan ini berada di Iran selatan.
Pemerintah Provinsi Hormozgan menyatakan sebuah proyektil menghantam wilayah barat Bandar Abbas. Namun, belum ada laporan korban jiwa. Informasi ini disampaikan kantor berita semi-resmi Fars News Agency.
Menurut Fars, ledakan juga terdengar di Pulau Kish, Qeshm, dan Abu Musa. Selain itu, ledakan dilaporkan terjadi di Jam dan Kangan, Provinsi Bushehr.
Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik antara AS dan Iran. Wilayah yang menjadi sasaran meliputi pesisir selatan Iran dan pulau-pulau di Teluk Persia. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai dampak serangan secara keseluruhan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
