Australia Kehabisan BBM Akibat Konflik Timur Tengah
Gambar atau konten salah?
Australia kini menghadapi krisis bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah. Sekitar 500 SPBU dilaporkan sudah kehabisan BBM jenis tertentu.
Pada 25 Maret 2024, Kementerian Energi melaporkan 225 SPBU yang kehabisan BBM. Namun, sampai saat ini, angka tersebut telah melonjak menjadi 470 SPBU. Menurut laporan ABC News, setidaknya satu jenis bahan bakar benar-benar kosong.
Situasi ini memaksa pemerintah Australia untuk segera memutar otak. Mereka mengadakan rapat darurat kabinet nasional. Perdana Menteri Anthony Albanese dijadwalkan menggelar rapat darurat kedua bersama para pemimpin negara bagian dan teritori pekan depan. Rapat tersebut bertujuan memperkuat koordinasi nasional di tengah tekanan krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
“Koordinasi itu penting agar kita memiliki konsistensi secara nasional,” kata Albanese di parlemen, dikutip 26 Maret 2024.
Krisis ini muncul bersamaan dengan lonjakan harga minyak global setelah Iran memblokade Selat Hormuz, jalur penting dalam distribusi minyak dunia. Dampaknya, biaya energi meningkat dan mulai mengganggu berbagai sektor industri serta berpotensi mendorong kenaikan harga barang.
Catatan kementerian menunjukkan kekosongan BBM terjadi di berbagai wilayah seperti Victoria, Queensland, dan New South Wales. Kabarnya, Victoria menjadi salah satu kawasan yang paling lumpuh selama meroketnya harga minyak dunia.
Pemerintah setempat menegaskan, kondisi ini juga dipicu lonjakan permintaan, bukan semata-mata kekurangan pasokan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian panik alias panic buying.
Di beberapa kawasan di Australia, ada sejumlah SPBU yang stoknya diklaim masih cukup. Itulah mengapa, kalangan oposisi meminta stoknya dipindahkan ke titik-titik lain yang mulai kehabisan BBM.
“Stoknya ada, itulah yang terus mereka katakan kepada kita. Jadi jawabannya harus sederhana. Pindahkan stok BBM ke SPBU yang sudah kehabisan stok,” kata pemimpin oposisi Angus Taylor kepada Channel Nine.
Krisis ini menyoroti ketergantungan Australia pada pasokan minyak global dan pentingnya koordinasi nasional dalam menghadapi gangguan pasokan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
