Badung Luncurkan Layanan Kesehatan Digital dan Armada Mobil

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Badung Luncurkan Layanan Kesehatan Digital dan Armada Mobil

Gambar atau konten salah?

Badung, 29 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Badung meluncurkan program layanan kesehatan baru yang bertujuan menutup celah pelayanan yang tidak terakomodasi dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan. Program ini menonjolkan fitur jemput bola, mulai dari home care, telemedicine, hingga armada antar‑jemput pasien, semua terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

Menurut Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, “Program Mantap Nak Badung ini memang kami rancang sebagai pelengkap layanan Krama Badung Sehat dan JKN yang sudah ada. Fitur unggulannya mulai dari home care, telemedicine sampai sistem antar‑jemput pasien dalam satu ekosistem digital.” Ia menegaskan bahwa layanan ini dirancang agar warga dapat mengakses perawatan medis tanpa harus menunggu lama di fasilitas kesehatan.

Adi Arnawa menyoroti pentingnya unit layanan bergerak. “Saya ingin ada armada yang bisa menjangkau masyarakat hingga ke gang‑gang supaya mereka merasa aman. Bayangkan jika masyarakat cukup menelepon dan langsung ditangani dengan cepat, tentu rasa aman akan langsung muncul dan itulah yang mereka butuhkan,” tegas Adi Arnawa. Ia menargetkan armada khusus yang mampu masuk ke gang‑gang kecil, sehingga pertolongan medis dapat diberikan secara instan.

Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemanfaatan layanan tambahan masih rendah. Penyebabnya, sosialisasi belum menyentuh seluruh lapisan penduduk. “Yang terpenting sekarang adalah membuktikan bahwa program ini berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. Jangan sampai bagus di atas kertas saja, inovasi harus dibarengi kesiapan SDM dan infrastruktur yang mumpuni,” kata Adi Arnawa. Ia menyerukan aparat desa dan puskesmas untuk tidak pasif, melainkan segera menggencarkan informasi mengenai manfaat ekstra ini kepada warga.

Dinas Kesehatan Badung mengakui bahwa optimalisasi program di tahap awal terkendala penyelesaian regulasi teknis dan pengaturan tarif yang baru rampung akhir 2025. “Memang regulasi teknis dan aturan tarifnya itu baru tuntas di akhir tahun 2025 kemarin sehingga memengaruhi optimalisasi di awal. Sekarang seluruh layanan sudah masuk aplikasi Badung Sehat agar masyarakat bisa mandiri memantau riwayat kesehatan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Badung, Bagus Padma Puspita.

Fokus selanjutnya adalah menyederhanakan birokrasi layanan agar warga tidak terhambat saat membutuhkan penanganan darurat. Pengembangan ke depan akan diprioritaskan pada penguatan unit respons cepat guna menghadapi kebutuhan kesehatan warga yang semakin dinamis. “Inovasi ini bukan sekadar program, tetapi bagaimana kita hadir memberikan pelayanan yang cepat dan mudah bagi warga. Ke depan, Pemkab Badung akan terus mengembangkan layanan respons cepat atau fast response untuk menjawab kebutuhan warga,” jelas Bagus Padma.

Dengan integrasi digital dan armada layanan bergerak, Badung berharap warga dapat merasakan manfaat kesehatan yang lebih cepat dan mudah. Program ini menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Program Layanan Kesehatan BadungJKN/BPJSHome CareTelemedicineArmada Antar-JemputEkosistem DigitalFast ResponseUnit Respons Cepat

Komentar

Memuat komentar...