Badung Vaksin Rabies Door-to-Door Kawasan Pariwisata

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Badung Vaksin Rabies Door-to-Door Kawasan Pariwisata

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Badung memulai program vaksinasi rabies secara door‑to‑door di seluruh wilayah. Program ini bertujuan mengendalikan penyebaran virus pada populasi anjing. Fokus utama ditempatkan di kawasan pariwisata, karena dampak kesehatan hewan dapat memengaruhi citra destinasi. Setiap rumah dijadikan titik penyaluran vaksin, sehingga jangkauan dapat meluas ke semua daerah.

“Total 115 ribu dosis sudah siap untuk menjangkau seluruh wilayah. Ini harus dimaksimalkan agar cakupan vaksinasi tinggi dan penyebaran bisa ditekan,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Gusti Ngurah Narendra Putra, Rabu (29 April 2026).

Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Juli. Kolaborasi erat antara Pemkab Badung dan Pemerintah Provinsi Bali memastikan logistik dan tenaga medis tersedia.

Hingga saat ini, petugas di lapangan telah menyuntikkan lebih dari 10 ribu dosis. Fokus awal terletak di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta, kemudian merambah ke Abiansemal. Langkah ini bertujuan menutupi daerah dengan kepadatan anjing tinggi.

“Utama yang kami lakukan adalah kawasan pariwisata karena daerah ini jadi prioritas agar citra pariwisata tidak tercoreng. Namun tidak menutup kemungkinan semua wilayah akan kami sasar secara bertahap,” jelas Narendra.

“Kita dihadapkan pada tantangan klasik kejar target di tengah keterbatasan waktu dan medan yang tidak merata. Vaksin ini diberikan gratis, bahkan jika ada yang ingin melakukan vaksin bisa datang ke kantor dinas,” imbuhnya.

“Langkah percepatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memastikan seluruh populasi anjing mendapatkan perlindungan maksimal di Gumi Keris. Dinas Pertanian dan Pangan Badung meminta partisipasi warga agar target pengendalian rabies tahun ini tidak meleset.”

Pemerintah Kabupaten Bangli mengajukan permohonan hibah 15 ribu stok vaksin rabies kepada Pemerintah Provinsi Bali. Tujuannya adalah mencapai target 80 persen vaksinasi per tahun. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Bangli, Made Armana, menjelaskan situasi saat pertemuan di kantornya, Rabu.

“Populasi anjing di sini itu 47 ribu ekor. Idealnya, Pemkab Bangli harus sedia 30 ribu vaksin rabies per tahun untuk 80 persen dari jumlah populasi anjing itu. Tahun ini kami hanya mampu beli 15 ribu vaksin,” kata Armana.

“Biaya lainnya juga dibutuhkan untuk operasional vaksinasi dan logistik. Armana mengatakan, setidaknya butuh total anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk vaksinasi dalam persentase idealnya. Jumlah anggaran yang dibutuhkan itu dapat berubah jika ada kenaikan harga vaksin.”

“Karena vaksin rabies itu dilakukan rutin tiap tahun. Tahun ini katanya kami akan dapat vaksin saja, anggaran untuk operasionalnya tidak ada,” tambah Armana.

Kedua kabupaten, Badung dan Bangli, berupaya menekan penyebaran rabies melalui program vaksinasi massal. Badung menargetkan 95 ribu populasi anjing dengan 115 ribu dosis, sementara Bangli menghadapi kekurangan stok dan anggaran. Kerja sama dengan pemerintah provinsi menjadi kunci dalam memastikan setiap anjing terlindungi, sehingga masyarakat dapat menikmati kawasan wisata dengan aman.

Vaksinasi rabiesBadungBangliPariwisataAnjingDosisAnggaran

Komentar

Memuat komentar...