Bali Alokasikan Rp1,114 Miliar Penataan Pura Besakih
Gambar atau konten salah?
23 pura di kawasan suci Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali, mulai direstorasi tahun ini. Anggaran penataan mencapai Rp 203 miliar yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peletakan batu pertama proyek penataan pura di kawasan suci pada Jumat, 01 Mei 2026. Prosesi dirangkai dengan upacara ngeruwak dan mulang dasar menurut tradisi Hindu di Bali.
Koster menjelaskan bahwa proyek ini merupakan tahap dua penataan kawasan Pura Agung Besakih. Tahap pertama sudah mencakup area parkir, kios pedagang, dan lainnya dengan anggaran mencapai Rp 911 miliar. Untuk tahap kedua, fokus pada restorasi bangunan pura yang ada di kawasan suci Besakih.
Koster menegaskan restorasi puluhan pura dilakukan karena kondisi rusak, berlumut, kayu rapuh. Perbaikan dilakukan sambil mempertahankan ciri khas bangunan terdahulu. Proyek ini diproyeksikan selesai pada November mendatang.
“Saya sejak dulu, bahkan sebelum jadi gubernur, sudah punya keinginan untuk melakukan penataan di Pura Agung Besakih. Supaya seluruh kawasan suci yang ada di Pura Besakih tertata dengan baik dan bagus,” ujar Koster.
Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha menyatakan bahwa sejumlah pura di kawasan suci Besakih sudah lama tidak diperbaiki. Ia menyebutkan ada bangunan pura yang terakhir diperbaiki 30 tahun silam. Kondisi atap berlumut, bocor, kayu, penyengker, dan lainnya mengalami kerusakan. Dengan adanya penataan ini, ia mengucapkan terima kasih.
Proyek penataan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan peningkatan infrastruktur di wilayah suci Pura Agung Besakih. Anggaran besar dan dukungan BKK Kabupaten Badung menandakan komitmen pemerintah daerah. Penataan dua tahap ini diharapkan memperbaiki kondisi pura sekaligus meningkatkan akses bagi para pengunjung dan pelajar agama.
Penataan dua tahap di Pura Agung Besakih, dengan anggaran Rp 203 miliar dan Rp 911 miliar, menunjukkan upaya serius pemerintah Bali untuk memelihara situs suci. Proyek ini diharapkan selesai pada November mendatang, membawa manfaat bagi pelestarian budaya dan pariwisata.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
