Bali Catat 1.167 Kasus DBD, Upaya Edukasi Terus Dilaksanakan

Hari W. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Bali Catat 1.167 Kasus DBD, Upaya Edukasi Terus Dilaksanakan

Gambar atau konten salah?

Selama periode 01 Januari 2026 hingga 31 Mei 2026, Bali mencatat 1.167 kasus demam berdarah dengue (DBD). Meskipun terjadi penurunan pada beberapa bulan, jumlah ini masih tergolong tinggi dan belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Di bulan 01 Januari 2026, tercatat 281 kasus. Kabupaten Badung menjadi daerah dengan jumlah tertinggi, mencatat 63 kasus. Kemudian pada 01 Februari 2026, jumlah turun menjadi 277 kasus. Bulan 01 Maret 2026 menurun lagi menjadi 246 kasus dan satu pasien dilaporkan meninggal. Pada bulan tersebut, Kabupaten Gianyar menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 72 kasus. Pada 01 April 2026, jumlah kasus naik menjadi 264, dan satu penderita lagi meninggal.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengendalikan DBD di kabupaten/kota. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, I Gusti Ayu Raka Susanti, menekankan pentingnya edukasi di tingkat rumah tangga. Ia mengatakan, “Terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pengendalian dengue dengan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus secara berkesinambungan.”

Dinkes juga menegaskan langkah penanggulangan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi ketika ditemukan indikasi sirkulasi penularan kasus DBD di suatu tempat dengan tingkat kasus tinggi. Ia menambahkan, “Memperkuat sistem surveilans DBD untuk mendeteksi peningkatan kasus DBD dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa.”

Walaupun upaya intensif telah dilaksanakan, angka kasus DBD tetap tinggi. Keberlanjutan edukasi dan pengawasan menjadi kunci untuk menurunkan angka ini di masa mendatang.

Demam Berdarah DengueBaliKabupaten BadungKabupaten GianyarPemberantasan Sarang Nyamuk3M plusSurveilans DBDEdukasi Masyarakat

Komentar

Memuat komentar...