Bali Mendekati Fase Penduduk Menua, Persentase Lanjut Usia Naik

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Bali Mendekati Fase Penduduk Menua, Persentase Lanjut Usia Naik

Gambar atau konten salah?

Provinsi Bali kini berada di ambang fase penuaan penduduk atau ageing population. Fase ini terjadi ketika persentase warga lanjut usia melewati 10 % dari total populasi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur menunjukkan tren kenaikan pada kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas). Persentase ini naik dari 8,42 % pada 2020 menjadi 9,89 % pada 2025. Sebaliknya, proporsi penduduk usia produktif (15‑64 tahun) menurun, turun dari 70,12 % pada 2020 menjadi 69,53 % pada 2025. Kelompok usia muda (0‑14 tahun) juga mengalami penurunan, dari 21,45 % menjadi 20,58 %.

“Artinya penduduk Bali sudah memasuki penduduk usia tua. Dan tentu perlu diperhatikan oleh pemerintah terkait dengan fasilitas‑fasilitas yang diperlukan,” ujar Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, pada Selasa, 05 Mei 2026.

Rasio ketergantungan penduduk Bali juga menunjukkan tren meningkat, meskipun masih di bawah angka 50 %. Pada 2020, rasio ketergantungan tercatat sebesar 42,61 %, kemudian naik menjadi 43,82 % pada 2025. “Nah, 43,82 persen ini artinya setiap 100 penduduk usia produktif itu akan menanggung 43 sampai dengan 44 penduduk usia non‑produktif,” tambahnya.

Di sisi lain, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Bali menurun. TFR tercatat sebesar 2,04 persen pada 2020 dan turun menjadi 2,02 persen pada 2025. “Saya kira pemerintah daerah sudah memiliki sejumlah kebijakan untuk merespons kondisi ini,” sambungnya.

Data ini menandakan bahwa Bali harus menyiapkan infrastruktur dan layanan kesehatan yang memadai bagi penduduk usia tua. Pemerintah daerah perlu meninjau kebijakan sosial dan ekonomi agar dapat menanggapi perubahan demografis yang sedang berlangsung.

Balipenduduk usia tuarasio ketergantunganTotal Fertility RateBPSinfrastruktur kesehatanusia produktif

Komentar

Memuat komentar...