Balita Maut Gigit Anjing Liar di Pura Pasar Agung Batur

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Balita Maut Gigit Anjing Liar di Pura Pasar Agung Batur

Gambar atau konten salah?

Di pintu masuk Pendakian Gunung Batur, Pura Pasar Agung, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli, terjadi kejadian yang mengerikan pada 29 April 2026. Sekitar 10 anjing liar ditemukan berkeliaran di area tersebut, dan satu balita berusia 4 tahun bernama Made Sukma Diatmika tewas setelah digigit anjing liar di sekitar lokasi.

Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli, Made Armana, petugas tiba di tempat kejadian bersama keluarga korban dan segera menindaklanjuti. Ia mengatakan, “Langsung kami eliminasi delapan hingga 10 ekor anjing yang terlihat di lokasi, tidak lama setelah kejadian.”

Armana menambahkan bahwa tindakan tidak hanya terbatas pada penghilangan anjing liar. Sebanyak 18 anjing milik warga Desa Batur Tengah langsung divaksin rabies. Ia juga menjelaskan bahwa anjing-anjing yang terlihat di lokasi “bukan tersangka. Jadi, memang tidak ada anjingnya. Mungkin sudah kabur dan memang tidak ada saksi mata,” katanya.

Ia menyoroti masalah pemeliharaan anjing di daerah tersebut. “Anjing yang dipelihara hanya diberi makan tanpa dikandangkan dan dipasangi tali kekang. Jadi, anjingnya dipelihara warga, tetapi dilepas liarkan. Itu yang susah,”

Made Sukma diambil ke Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. Dokter menjelaskan bahwa ia tewas karena “kehabisan darah akibat banyaknya luka gigitan anjing.” Meskipun demikian, Dinas Kesehatan Bangli dan Dinas PKP Bangli menyatakan tidak ada penularan rabies pada Sukma akibat gigitan tersebut.

Orang tua Sukma mengungkapkan rasa duka mendalam dan menyerukan tindakan lebih tegas terhadap pemeliharaan anjing liar.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan hewan peliharaan dan penegakan regulasi mengenai pemeliharaan anjing di wilayah pedesaan. Upaya vaksinasi dan eliminasi anjing liar menjadi langkah awal dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.

anjing liarbalita tewasvaksinasi rabieseliminasi anjingKecamatan KintamaniPendakian Gunung Baturpenegakan regulasipenyakit rabies

Komentar

Memuat komentar...