Banjar Batu Culung Tutup Jalan Pintas Dalung Permai
Gambar atau konten salah?
Warga Banjar Batu Culung di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, memutuskan menutup akses jalan pintas menuju Dalung Permai beberapa hari yang lalu. Mereka marah karena jalan ini sering dipakai sebagai tempat pembuangan sampah liar oleh pelintas.
“Kami memang menutup akses jalan pintas, tembusan dari Kerobokan ke Dalung Permai. Tapi perlu ditegaskan, itu adalah jalan lingkungan, jalan milik adat yang dimanfaatkan warga,” kata Kepala Lingkungan Banjar Batu Culung, I Wayan Gede Wirasana, pada Minggu, 5 April 2026.
Wirasana menjelaskan bahwa tumpukan sampah sering ditemukan di sepanjang jalan tersebut. “Yang bikin geram, pelaku membuang sampah tepat di bawah spanduk larangan, bahkan spanduk sempat dirobek oknum.” Sampah yang dibuang beragam: limbah rumah tangga, bangkai hewan yang dibungkus plastik, dan bahkan bangkai anjing, bulu ayam, serta jeroan. “Saya yang kebetulan jualan ayam potong kan nggak enak sama warga, merasa tertuduh juga, sampai saya cari tempat potong ayam ke Tabanan biar nggak dituduh,” keluh Wirasana.
Aksi pembuangan sampah ini sudah berlangsung selama setahun terakhir, meski warga telah berulang kali membersihkan mandiri maupun bersama tim kelurahan. Kondisi ini memicu amarah warga dalam rapat adat, sehingga muncul desakan untuk memblokade jalur tersebut.
“Akhirnya warga meminta jalan itu ditutup karena itu jalan lingkungan milik adat, bukan jalan umum. Sejarahnya banyak warga setempat yang membuat rumah di kawasan itu sehingga perlu dibuatkan jalan untuk memudahkan upacara adat,” jelasnya.
Jalur itu awalnya hanyalah pematang sawah dan sungai yang kemudian dibangun jembatan serta jalan secara swadaya oleh warga lokal sejak tahun 1950-an. Seiring perkembangan perumahan di Dalung Permai, akses ini kemudian populer digunakan sebagai jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. “Akhirnya jadi perlintasan warga desa dan warga perumahan sebagai shortcut. Tapi yang kami sesalkan, sudah diberikan jalan bagus, diberikan melintas, malah membawa bekal sampah dan dibuang di sana,” papar Wirasana.
Pihak banjar menegaskan penutupan ini bersifat sementara sebagai bentuk efek jera bagi para pelintas yang tidak menjaga kebersihan. “Jika setelah dibuka kembali area tersebut tetap dikotori, warga tidak segan untuk menutup akses secara permanen bagi publik.”
“Setelah itu jika selama ditutup lingkungan bersih, kami akan buka. Tapi setelah jalan dibuka, tapi dikotori lagi, dibuang sampah lagi, kami akan tutup lagi,” tegasnya.
Terkait pengelolaan limbah internal, Wirasana memastikan warga Banjar Batu Culung rata-rata masih memiliki lahan untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Sosialisasi pemilahan sampah juga terus digencarkan seiring kebijakan pembatasan operasional TPA Suwung.
“Pemilahan sampah sudah berjalan sejak kebijakan penutupan TPA Suwung khusus organik ditutup per 1 April. Kami terus meminta warga kami untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pungkas Wirasana.
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya peran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menutup jalan pintas, mereka berharap dapat mengurangi pembuangan sampah liar dan memelihara kebersihan di daerah adat. Jika kebiasaan buruk terus berlanjut, penutupan akan tetap dipertahankan, menandakan bahwa kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama bagi komunitas ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jadwal Shalat Jumat Denpasar 10 Juli 2026 dan Bacaan Niat
NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Genjot Desa Berdaya
BPBD Bali Jadikan Command Center 112 Gianyar Acuan BES
Wabup Gianyar Jawab Fraksi, 12 Kali WTP Berturut-turut
Teknisi Listrik Tewas Tersengat Arus di Kolam Renang Seminyak
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mereda, Tersisa 1,5 Hektare
Berita Terbaru
KONI Jakarta Jadi Guru Besar Kepelatihan Panahan
Prediksi Martin: Spanyol Vs Norwegia di Final Piala Dunia
Jadwal Sholat Bandung 10 Juli 2026 Lengkap
Jadwal Sholat Surabaya 10 Juli 2026
Jadwal Shalat Jumat Denpasar 10 Juli 2026 dan Bacaan Niat
Quansah Dilarang Main Dua Laga Usai Kartu Merah
28 Tewas Akibat Kebakaran Pabrik Sepatu di Jinjiang China
Prakiraan Cuaca Jatim 10 Juli: Cerah hingga Udara Kabur
KONI Luncurkan Buku Sports Intelligence, Fokus pada Data