Banjar Smart Hub Jembrana: Layanan Publik Digital & Sampah
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Jembrana, Bali, pemerintah kabupaten mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya. Balai banjar yang selama ini hanya dipakai untuk urusan adat kini diubah menjadi Banjar Smart Hub (BSH), sebuah pusat layanan publik digital.
Dalam acara peluncuran pada Jumat (20 Mei 2026), Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengungkapkan rasa bangga atas terobosan ini. Ia menegaskan bahwa warga kini dapat mengurus administrasi, mengakses layanan publik, dan membayar pajak hanya lewat satu aplikasi di ponsel pintar. “Saya meyakini Banjar Smart Hub bukan sekadar inovasi. Ini adalah simbol keberanian untuk berubah, simbol kreativitas masyarakat bahwa kemajuan dapat lahir dari banjar,” kata Kembang.
Kembang berharap Banjar Smart Hub menjadi contoh bagi semua banjar di Jembrana. Menurutnya, inisiatif ini juga merupakan langkah konkret dalam penanganan sampah. Ia menekankan bahwa perubahan “benar-benar dimulai dari bawah. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.”
Di sisi lain, I Kadek Sri Rama Usmantara, ketua Banjar Warnasari Kelod, menjelaskan bahwa aplikasi ini lahir dari evaluasi kendala yang sering dihadapi warga saat mengurus administrasi. Ia menyoroti bahwa sebelumnya warga harus menempuh perjalanan jauh ke kota, sehingga terhambat oleh jarak, biaya, dan waktu.
Dengan Banjar Smart Hub, layanan publik kini dapat diakses secara lokal. Selain mempermudah proses birokrasi, aplikasi ini juga menanggulangi isu lingkungan, khususnya sampah. Warga yang memilah sampah dan menyerahkan ke banjar akan mendapatkan manfaat ekonomi. Usmantara menyebutkan bahwa warga akan dapat mengakses berbagai fasilitas bernilai ekonomi, mulai dari tabungan emas, tabungan hari tua, pembayaran listrik, air, Samsat, tagihan lainnya, hingga akses ke Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Program ini juga menegakkan disinsentif bagi warga yang tidak memilah sampah organik dan nonorganik. Dengan demikian, diharapkan kesadaran lingkungan tumbuh dan warga dapat memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik. “Lewat aplikasi Banjar Smart Hub ini, masyarakat kini bisa lebih sadar menjaga lingkungan sekaligus mendapatkan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik,” ujar Usmantara.
Keberhasilan peluncuran ini diakui secara resmi ketika Bupati Jembrana Kembang Hartawan menyerahkan sertifikat pencatatan penciptaan dari Brida Daerah kepada Banjar Warnasari Kelod pada Jumat (29 Mei 2026).
Dengan transformasi Balai Banjar menjadi pusat layanan digital, warga Jembrana kini dapat mengelola urusan administratif dan lingkungan secara lebih efisien. Inovasi ini menandai langkah awal menuju komunitas yang lebih terhubung dan sadar lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah yang terstruktur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
