Bau kentut Idul Adha, bukan daging tapi karbohidrat sekarang

Surya B. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Bau kentut Idul Adha, bukan daging tapi karbohidrat sekarang

Gambar atau konten salah?

Idul Adha biasanya dipenuhi dengan olahan daging, mulai dari sate, gulai, tongseng, sampai rendang. Setelah pembagian daging kurban, banyak orang melaporkan perut terasa lebih aktif dan kentut menjadi lebih bau dari biasanya. Banyak yang langsung menuduh daging sebagai penyebabnya.

Aru Ariadno, dokter spesialis penyakit dalam, konsultan gastroenterologi, dan hepatologi dari Mayapada Hospital, mengatakan daging bukan penyebab kentut seseorang jadi lebih bau. "Justru kentut lebih bau itu terjadi bila kita banyak mengonsumsi karbohidrat, contohnya ubi," kata Aru pada Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Aru, karbohidrat akan dipecah oleh kuman di usus. Mikroba tersebut mengubahnya menjadi gas. Gas tersebut, terutama gas sulfur, menjadi penyebab bau kentut. "Ubi itu akan menyebabkan proses karbohidrat yang dipecah dalam usus itu lebih banyak. Kemudian, oleh kuman-kuman usus, karbohidrat itu dicerna dan diubah menjadi gas, terutama gas sulfur dan itu yang menyebabkan bau," terang Aru.

Jadi, setelah Idul Adha, rasa kentut lebih bau biasanya disebabkan oleh konsumsi karbohidrat tinggi, bukan karena daging kurban. Menurut dokter, perut yang aktif dipengaruhi oleh mikroba usus yang memecah karbohidrat menjadi gas. Hal ini menjadi penjelasan sederhana bagi yang mengalami masalah bau kentut setelah festival daging.

Idul Adhakentut baukarbohidratubimikroba ususgas sulfurdaging kurbanMayapada Hospital

Komentar

Memuat komentar...