BBM Diesel Naik, Pengguna Jakarta Kenaikan Biaya Panas

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
BBM Diesel Naik, Pengguna Jakarta Kenaikan Biaya Panas

Gambar atau konten salah?

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) solar nonsubsidi membuat operasional mobil diesel terasa berat. Harga yang terus naik menambah beban biaya pengisian penuh, atau full tank, bagi pemilik kendaraan.

May, 68 tahun, tinggal di Jakarta, menggunakan Mitsubishi Pajero Sport diesel. Ia mengaku kenaikan harga Dexlite sangat terasa di pengeluaran sehari-harinya. Mobilnya dipakai rutin untuk aktivitas harian. Sebelum harga naik, May cukup merogoh Rp 500 ribu untuk beli Dexlite penuh tangki, kini biaya full tank bisa mencapai Rp 1,5 juta.

"Luar biasa mahalnya, naiknya sampai dua kali lipat. Dulu Rp 500 ribu tuh udah full tank, sekarang full tank harus Rp 1,5 juta," kata May. Kenaikan harga Dexlite ke angka sekitar Rp 26 ribu per liter dan Pertamina Dex Rp 27.900 per liter membuat pengeluaran harian pengguna mobil diesel yang tidak menggunakan biosubsidi meningkat drastis.

SPBU swasta juga terpantau melakukan penyesuaian harga BBM. BP Ultimate Diesel, mereka membanderol Diesel Primus seharga Rp 29.890 per liter. Sementara itu, VIVO membanderol Diesel Primus seharga Rp 30.890 per liter.

Kenaikan harga BBM diesel ini otomatis berdampak signifikan terhadap biaya operasional kendaraan bermesin diesel. May mengaku tak berani beralih ke BBM subsidi atau jenis lebih murah karena khawatir merusak mesin mobil dieselnya.

"Takutnya mesinnya rusak kalau ke biosolar atau Pertalite, takutnya enggak cocok. Mau ganti mobil apaan? Sayang itu mobilnya mau diapain? Ya udah pasrah aja," kata May.

Cerita serupa datang dari Ari, 37 tahun, pekerja di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Ia menggunakan Toyota Innova diesel 2019 untuk aktivitas harian lima hari dalam seminggu dengan rute Jakarta Selatan-Bintaro.

"Bikin emosi dong. Naiknya enggak kira-kira sekarang naik hampir 100 persen. Tapi enggak mau juga sih pakai solar, kasihan mobilnya," kata Ari.

Kenaikan harga BBM, menurut Ari, mulai memengaruhi gaya hidup dan mobilitas keluarganya. Ia kini lebih sering memakai kendaraan umum, termasuk TransJakarta, untuk menekan pengeluaran. "Jadi males pakai mobil yang diesel. Weekend sebisa mungkin enggak pakai mobil tersebut. I choose to ride bus nowadays," ujarnya.

Harga BBM diesel yang melonjak membuat pemilik kendaraan diesel di Jakarta harus menyesuaikan pengeluaran. Banyak yang enggan beralih ke bahan bakar lain karena takut merusak mesin, sementara beberapa memilih transportasi umum untuk mengurangi biaya.

BBM dieselharga BBMfull tankMitsubishi Pajero SportToyota InnovaTransJakartaPertamina Dex

Komentar

Memuat komentar...