BBM Tak Menentu, Listrik Insentif Mati: Penjualan Mobil Turun

Arif S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
BBM Tak Menentu, Listrik Insentif Mati: Penjualan Mobil Turun

Gambar atau konten salah?

Industri otomotif di Indonesia sedang menghadapi dua tantangan besar: harga bahan bakar yang tidak menentu dan penghentian insentif kendaraan ramah lingkungan. Bagaimana dampaknya pada penjualan mobil di Tanah Air?

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam, menegaskan bahwa situasi ini membuat pasar roda empat di Tanah Air menjadi lebih menantang. “Ya (pasar otomotif di masa depan) pasti akan berat,” ujar Bob Azam saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa malam 14 April 2024.

Ketika konsumen ingin membeli mobil bensin, mereka akan dipaksa memikirkan ketidakpastian harga BBM. Meski belum naik, ketakutan tersebut tetap ada. Sementara itu, harga mobil listrik menjadi tidak terjangkau setelah insentif dihentikan akhir tahun lalu.

Bob mengklaim, “Saya yakin harga BBM tinggi (di dunia) itu tak akan berlangsung lama. Nanti dia akan digedor produksi substitusinya, seperti bioetanol. Industri minyak juga nggak ingin (harganya terus naik),” tuturnya. Ia menambahkan bahwa tantangan saat ini adalah bagaimana menstabilkan suplai.

“Sekarang tantangannya bagaimana cara menstabilkan suplai. Nah industri otomotif akan menghadapi tantang besar karena pemerintah fiskalnya juga terbatas kan. Mau dari mana? Penerimaan pajak turun,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Bob juga mengingatkan pentingnya membelanjakan anggaran negara untuk keperluan penting dan menimbulkan efek ganda di industri. “Makanya sekarang pemerintah harus menertibkan diri untuk smart spending. Artinya apa? Pengeluaran harus memberikan multiplier effect untuk ekonomi. Jangan sampai ruang fiskal kita terbatas, nggak smart spending,” kata dia.

Dengan kondisi ini, konsumen tetap harus menimbang antara harga bensin yang fluktuatif dan mobil listrik yang mahal. Pemerintah diharapkan dapat menyesuaikan kebijakan fiskal agar tetap mendukung pertumbuhan industri otomotif tanpa menambah beban bagi masyarakat.

industri otomotifharga BBMinsentif kendaraan listrikmobil listrikpasar roda empatkonsumen

Komentar

Memuat komentar...