BBM Tidak Naik, Konsumen Bersaing LCGC Honda Brio Satya
Gambar atau konten salah?
Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia belum naik hingga hari ini, Rabu, 01 April 2024. Meski belum ada kenaikan, para analis mengatakan angka tersebut bisa berubah dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat banyak orang berpikir untuk beralih ke mobil irit bahan bakar, khususnya di segmen LCGC (Low Cost Green Car).
Yusak Billy, Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM), menegaskan bahwa mobil LCGC dengan konsumsi 20 km per liter dapat menghemat pengeluaran konsumen. Ia berkata, “Ini menjadi peluang untuk LCGC karena kan (konsumsi BBM-nya) bisa tembus 20 km/liter. Jadi memang LCGC masih akan digemari (di tengah ketidakpastian harga BBM).”
Yusak Billy ditemui di Sunter, Jakarta Utara. Ia menambahkan bahwa Honda Brio Satya, mobil LCGC nasional, akan terus mendapatkan nilai tambah melalui penyegaran rutin. “Kita selalu memberikan nilai lebih untuk Brio Satya, kayak refreshment seperti audio diperbesar. Jadi banyak penyegaran untuk mobil ini.”
Di sisi lain, Yusak Billy juga mengaku terus memantau situasi di Timur Tengah. Ia belum dapat memastikan apakah konflik di sana akan memengaruhi harga jual kendaraan. “Kita masih mempelajari terus nih ya, kita monitor terus lah setiap hari.”
Permintaan LCGC terus menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2025, penjualan mobil tersebut diperkirakan hanya 130 ribuan unit, turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsa pasar LCGC juga menurun. Pada 2024, market share-nya 20,1 persen, sementara tahun lalu hanya 15,7 persen.
Fluktuasi harga BBM memang mendorong konsumen beralih ke mobil ramah lingkungan. Namun, tidak semua konsumen langsung memilih LCGC. Pasar mobil listrik, yang tidak memerlukan bahan bakar minyak, juga merebut pangsa pasar LCGC.
Secara keseluruhan, meski BBM belum naik, ketidakpastian harga masih menjadi faktor penting bagi konsumen. Mobil LCGC, khususnya Honda Brio Satya, tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan efisiensi bahan bakar. Namun, persaingan dengan mobil listrik menambah tantangan bagi penjualan LCGC di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
