BCA Bali Trail Run Ultra 100 K: Lari 100 km di 3 Gunung
Gambar atau konten salah?
BCA Bali Trail Run (BTR) Ultra menantang para pelari dengan lomba 100 K, atau 100,6 kilometer, yang akan dilaksanakan di Bali. Ratusan peserta akan memulai perjalanan mereka di Batur Natural Hot Spring di Kintamani, Bangli, tepat pada pukul 18.00 Wita pada 15 Mei 2026.
Event ini dirancang sebagai lomba berlari melintasi tiga gunung sekaligus: Gunung Batur, Gunung Abang, dan Gunung Agung. Para peserta akan menempuh jarak total 100,6 kilometer dalam waktu 34 jam. Pencapaian terakhir diharapkan pada pukul 04.00 Wita pada 17 Mei 2026, dengan garis start dan finish berada di lokasi yang sama.
Sianti Candra, salah satu pelari yang berpartisipasi, mengungkapkan bahwa altitude sickness menjadi tantangan utama. “Tantangannya altitude sickness. Vertigo itu,” ujarnya. Sianti tidak baru pertama kali menantang lomba maraton di gunung; tahun lalu ia ikut kategori 330 K di Gunung Aosta, Italia.
Untuk mempersiapkan diri, Sianti telah melakukan latihan ketahanan fisik khususnya di jalur puncak Gunung Batur, Gunung Abang, dan Gunung Agung. Ia menekankan bahwa puncak Gunung Agung, dengan ketinggiannya mencapai 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), akan menjadi titik paling menantang. “Karena Gunung Agung ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Udara akan semakin menipis, napas bisa berat,” jelasnya. Sebelum mengikuti BTR, Sianti sudah berlatih di Gunung Gede dan Gunung Pangrango di Jawa Barat.
Ida Maharani, pelari asal Surabaya, juga menyiapkan ketahanan fisik dan logistik sebelum menempuh 100,6 km. Ia mengaku telah mengikuti ajang Semarang Mountain Race sebulan lalu, kategori 80 K. “Saya ikut di kategori 80 K sebulan lalu. Itu training saya. Banyak tektok (mendaki gunung hingga ke puncak, lalu turun). Selain itu, berkuda dan free diving saja, supaya nggak bosan,” tambahnya.
Agus Darmayuda, direktur BTR Ultra, menegaskan bahwa 200 peserta akan mengikuti event ini. Menurutnya, semua pelari wajib mengetahui peralatan dan perlengkapan yang perlu dibawa selama lari di tiga gunung. “Seharusnya, mereka sudah tahu apa saja yang perlu dibawa,” ujarnya. Agus juga menjelaskan bahwa terdapat 11 checkpoint yang dapat disinggahi pelari selama tiga hari dua malam. Setiap checkpoint berjarak antara 10 km hingga 12 km. Di sana, peserta dapat menikmati makanan berat, meski mereka juga diharapkan membawa makanan kecil sendiri. Panitia telah menyiapkan tim medis di setiap checkpoint.
Dengan persiapan matang, pelari harus mengontrol ego dan menyesuaikan kekuatan fisik mereka. “Ini lah seninya berlari 100 km di gunung. Kita perlu mengontrol ego kita. Gunakan kekuatan fisik yang lebih sesuai,” kata Agus. Event ini menjadi ajang bagi para pelari untuk menguji stamina, ketahanan, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan yang menantang.
Secara keseluruhan, BCA Bali Trail Run Ultra 100 K menawarkan pengalaman berlari yang unik di tiga gunung sekaligus. Para peserta, mulai dari Sianti Candra hingga Ida Maharani, telah menyiapkan diri melalui latihan intensif dan pengalaman sebelumnya. Dengan pelaksanaan yang terstruktur, termasuk checkpoint, tim medis, dan persiapan logistik, event ini menjadi tantangan yang menuntut konsentrasi dan ketahanan fisik yang tinggi. Pelari yang berhasil menyelesaikan lomba ini akan membawa pulang pengalaman tak terlupakan, sekaligus menambah prestasi pribadi dalam olahraga trail running di Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
