Biaya Mobil Hebat di Indonesia, Dibanding Malaysia & Thailand
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, biaya hidup terasa berat. Meski pendapatan per kapita masih rendah, pajak kendaraan menjadi salah satu beban terbesar bagi konsumen. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa GDP per kapita Indonesia pada tahun lalu hanya sebesar US$ 4.900, jauh di bawah Thailand yang mencapai US$ 7.300 dan Malaysia yang tembus US$ 12.600.
Berbeda dengan ketiga negara tersebut, Indonesia masih menuntut persentase pajak mobil yang lebih tinggi. Komposisi pajak mobil di Indonesia terdiri dari beberapa elemen: PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), Bea Balik Nama, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah), serta biaya penerbitan STNK, pelat nomor, dan BPKB. Di Malaysia, tidak ada pungutan BBNKB dan PPnBM sangat kecil, bahkan kurang dari 1 %. Thailand memiliki struktur pajak mirip Malaysia, namun PPN di Thailand lebih rendah dan PPnBM lebih tinggi.
Menurut Kukuh Kumara, kepala di Gaikindo, “Pajak di Indonesia relatif tinggi. Ambil contoh, misalnya mobil keluar pabrik harganya Rp 100 juta. Tapi kalau kalian mau beli, bayarnya Rp 150 juta. Jadi Rp 50 jutanya sendiri pajak.” Ia menjelaskan bahwa beban pajak mobil di Indonesia berat, terutama karena PPnBM yang mencapai 95 % untuk model tertentu. Pungutan BBNKB juga menambah beban, sehingga harga kendaraan menjadi lebih tinggi.
Dalam konteks GDP yang masih di bawah Malaysia, Kukuh menekankan perlunya relaksasi pajak agar harga kendaraan lebih terjangkau. “Kita nggak egois dan masyarakat merasakan manfaatnya. Biar industri tumbuh, ekonomi juga tumbuh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbandingan antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi dasar kajian lebih lanjut.
Dengan GDP di kisaran US$ 5.000, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Thailand. Oleh karena itu, perbaikan struktur pajak kendaraan menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan biaya hidup dan meningkatkan daya beli konsumen di dalam negeri.
Perbandingan pajak mobil menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki beban pajak yang lebih tinggi dibandingkan dua negara tetangga. Penyesuaian pajak, khususnya PPnBM dan BBNKB, dapat membantu menurunkan harga kendaraan dan memperbaiki kondisi ekonomi konsumen. Dengan demikian, kebijakan pajak yang lebih ringan dapat mendukung pertumbuhan industri otomotif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
