BKSDA Bali: Kawasan Konservasi Jadi Spot Sport Tourism

Dedi S. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
BKSDA Bali: Kawasan Konservasi Jadi Spot Sport Tourism

Gambar atau konten salah?

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, mengatakan bahwa kawasan konservasi kini dapat dijadikan spot pengembangan sport tourism.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Moko menghadiri konferensi pers Bali Trail Run (BTR) Ultra 2026 di Bali International Hospital, Sanur, Denpasar pada Sabtu, 09 Mei 2026.

Acara BTR Ultra 2026 akan digelar di kawasan konservasi Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani, Bangli.

Menurut Moko, kawasan konservasi, hutan lindung, maupun hutan konservasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan gaya hidup masyarakat, termasuk olahraga berbasis alam.

“Ke depan saya kira kawasan-kawasan konservasi, hutan lindung maupun hutan konservasi ya memang harus mampu beradaptasi pengelolaannya dengan gaya-gaya hidup seperti ini,” kata Moko.

Ia juga menegaskan bahwa regulasi yang ada akan disesuaikan dengan perkembangan aktivitas olahraga di kawasan konservasi.

Meski demikian, Moko menegaskan pengembangan sport tourism bukan berarti mengomersialkan kawasan konservasi.

Taman wisata alam memang diperuntukkan agar memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya. “Saya kira kawasan konservasi kemanfaatannya bukan hanya untuk sesuatu jargon konservasi perlindungan dan sebagainya, tapi untuk masyarakat,” tuturnya.

Moko menilai masyarakat harus menjadi pihak yang mendapatkan manfaat sekaligus menjaga dan melestarikan kawasan konservasi. Ia menegaskan kawasan konservasi bukan hanya milik BKSDA, melainkan milik masyarakat.

“Dan bagaimana event ini mampu menginspirasi publik bagaimana event mampu memberikan dampak kepada publik bahwa kita menikmati alam, kita juga harus menghargai alam, bangga dengan kawasan konservasi,” tandas Moko.

Pernyataan Moko menekankan pentingnya adaptasi pengelolaan kawasan konservasi, penyesuaian regulasi, dan peran masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan olahraga dan wisata alam.

Bali Trail Run Ultra 2026Kawasan KonservasiSport TourismGunung Batur Bukit PayangPengelolaan KonservasiOlahraga Berbasis AlamMasyarakat

Komentar

Memuat komentar...