Bobibos: BBM Nabati RON98 Uji Laboratorium 02 Nov 2025

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Bobibos: BBM Nabati RON98 Uji Laboratorium 02 Nov 2025

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menguji bahan bakar Bobibos yang diproduksi oleh PT Inti Sinergi Formula.

Bahan bakar ini diklaim memiliki RON 98 dan terbuat sepenuhnya dari bahan nabati. Selain itu, BBM ini dipromosikan sebagai solusi yang lebih murah dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Pengujian laboratorium akan dilaksanakan pada 02 November 2025, saat BBM ini resmi diluncurkan.

“Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas,” ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad.

Direktur tersebut menekankan bahwa pengujian teknis akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. “Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel,” tambahnya.

Menurut Founder Bobibos M Iklas Thamrin, proses pengujian akan bersifat komprehensif dan berjenjang. Pada tahap awal, pengujian akan dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Ia menjelaskan bahwa uji laboratorium Lemigas akan menentukan karakter bahan bakar.

“Dalam tahap awal, pengujian akan mencakup berbagai aspek penting, seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, kemudahan mengalir, kualitas penyalaan, hingga tingkat korosivitas,” kata Iklas.

Setelah uji laboratorium, Bobibos akan menjalani pengujian performa. Uji ini mencakup emisi gas buang, daya tahan mesin, pembentukan deposit hasil pembakaran, serta penilaian komponen mesin.

Lemigas akan mengambil sampel Bobibos dari tangki penyimpanan pada beberapa titik. “Dari sini nanti ditentukan bahwa Bobibos masuk kategori bahan bakar yang mana, eksisting atau jenis baru, maka akan ditentukan parameternya,” jelas Iklas.

Setelah melewati laboratorium dan test bench, Bobibos akan diuji jalan atau road test menggunakan kendaraan. Pengujian ini mensimulasikan kondisi penggunaan kendaraan sesungguhnya, termasuk perjalanan, perawatan, dan menjadi bagian dari uji komersialisasi serta sosialisasi produk.

Pengujian ini menandai langkah penting dalam upaya diversifikasi sumber energi nabati di Indonesia. Dengan proses yang terstandarisasi, Bobibos berpotensi menjadi alternatif BBM yang lebih bersih dan terjangkau.

Kebijakan ini sejalan dengan strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah berharap Bobibos dapat memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan daya saing industri energi lokal. Selain itu, Bobibos diharapkan dapat menurunkan emisi karbon.

BobibosDitjen MigasLemigasBBM nabatiRON 98pengujian laboratoriumemisi karbonenergi nabati

Komentar

Memuat komentar...