BPBD Tabanan Siapkan Rp6 Miliar, Rp1,5 Miliar Sudah Cair
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Tabanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk penanganan bencana pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, Rp 1,5 miliar sudah dicairkan untuk menanggulangi kejadian bencana selama empat bulan terakhir.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, dana tersebut dialokasikan tidak hanya untuk penanggulangan bencana, tetapi juga untuk perawatan dan pengadaan sarana prasarana guna menunjang kinerja petugas di lapangan. “Dari Rp 6 miliar, kami sudah mengajukan pencairan Rp 1,5 miliar untuk mengatasi bencana di bulan Desember 2025 dan bulan Januari hingga Maret,” ujarnya ketika dikonfirmasi pada 8 April 2026.
Srinada Giri menambahkan bahwa selama tiga bulan pertama tahun ini terjadi banyak titik bencana. Pada Januari tercatat 36 titik, Februari 31 titik, dan Maret 28 titik. Bencana yang paling sering terjadi adalah banjir dan tanah longsor, seiring curah hujan yang masih tinggi.
Selain itu, BPBD memerlukan pengadaan serta pemeliharaan alat seperti chain shaw, perahu karet, serta pompa air. Ia menegaskan bahwa beberapa peralatan yang dimiliki saat ini perlu peremajaan, terutama gergaji mesin. Kendala muncul ketika gergaji sempat dinyalakan di kantor namun tidak mau hidup saat penanganan di lokasi. “Selain itu kami juga membutuhkan pompa dengan pipa 5 dim untuk efektifitas penyedotan ketika terjadi banjir,” pungkasnya.
Dengan alokasi dana yang terencana, BPBD Tabanan berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respon cepat terhadap bencana di wilayahnya. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian dan melindungi masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
