Bupati Badung dan Wakil Bupati Tolak Spekulasi Kepemimpinan

Cahyo S. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Bupati Badung dan Wakil Bupati Tolak Spekulasi Kepemimpinan

Gambar atau konten salah?

I Wayan Adi Arnawa, Bupati Badung, dan Bagus Alit Sucipta, Wakil Bupati Badung, menanggapi spekulasi yang muncul setelah pernyataan I Nyoman Giri Prasta, Wakil Gubernur Bali, di Hari Ulang Tahun (HUT) Baladika beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut menyinggung masa depan kepemimpinan di Badung, khususnya posisi Gumi Keris. Kedua pejabat tersebut secara tegas menolak adanya keretakan hubungan atau persaingan dini terkait kursi kepemimpinan tersebut.

Wakil Gubernur menyebut nama Bagus Alit Sucipta dalam konteks kepemimpinan masa depan. Publik menafsirkan hal itu sebagai sinyal politik kuat. Namun, Adi Arnawa menjelaskan mekanisme partai yang biasanya memberikan prioritas kepada petahana. Menurutnya, petahana biasanya dapat menjabat dua periode selagi tidak ada kendala prinsipil.

“Gini lho, artinya untuk menepis isu-isu itu, tidak ada begitu. Yang jelas hubungan kami kan cukup baik dan bersinergi,” ujar Adi Arnawa setelah acara konsolidasi penanganan sampah dengan pelaku usaha di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (07 Mei 2026). Ia menambahkan bahwa mekanisme partai biasanya memberi prioritas kepada petahana untuk menjabat dua periode jika tidak ada masalah prinsip. Menurutnya, pernyataan Wakil Gubernur Bali yang juga Dewan Pengawas DPD Pusat Baladika Bali beberapa waktu lalu kemungkinan besar merujuk pada logika keberlanjutan estafet kepemimpinan sesuai aturan organisasi.

“Ya mungkin saja Pak Wagub menyampaikan waktu itu, yang dimaksud kalau kita lihat mekanisme partai kami itu kan biasanya setelah Bupati itu kan yang mendapat prioritas wakil bupati. Ya itu logikanya kalau tidak ada masalah, logikanya kan pasti dua periode,” jelas Adi. Ia menyayangkan adanya pihak yang mencoba memanaskan suasana dengan menggulirkan isu rivalitas menjelang pemilihan mendatang. Adi menegaskan bahwa rencana politik pribadi masih sangat jauh dan saat ini seluruh jajaran sedang berkonsentrasi pada pelayanan masyarakat.

“Nggak ada begitulah, nanti 2034 aja. Ini teman‑teman ini yang bawa goreng‑goreng,” tegas Adi Arnawa sambil menepis isu keretakan tersebut. Sementara itu, Bagus Alit Sucipta juga mengklarifikasi bahwa pernyataan mengenai dirinya merupakan bagian dari prospek jangka panjang setelah masa jabatan saat ini tuntas. Ia menekankan bahwa fokusnya saat ini masih sepenuhnya untuk menyelesaikan program‑program pembangunan yang telah direncanakan bagi masyarakat Badung.

“Saat hari ulang tahun (Baladika) itu kan mungkin maksud daripada Pak Wabup itu nantinya setelah, astungkara, dua periode, ya setelah itu saya juga kan ada peluang. Astungkara, masih banyak program yang belum saya lakukan,” kata Bagus Alit Sucipta yang akrab disapa Gus Bota. Ia berharap masyarakat tidak terjebak dalam opini yang sengaja dipesan oleh pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas daerah. Baginya, tujuan utama saat ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan kelanjutan estafet kepemimpinan yang berkesinambungan.

“Jadi di sana kita mungkin bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat biar melanjutkan estafet Pak Wayan Koster. Menurut saya sih seperti itu, nggak ada yang lebih, hanya teman‑teman saja janganlah dipesan‑pesan gitu,” pungkasnya. Setelah memberikan keterangan, Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta menunjukkan gestur akrab. Keduanya tampak tersenyum lebar sambil bersalaman dan berjabat tangan erat di hadapan awak media, menegaskan tidak ada keretakan di antara mereka.

Peristiwa ini menyoroti dinamika politik lokal di Badung, di mana mekanisme partai dan keberlanjutan kepemimpinan menjadi fokus utama. Kedua pejabat menegaskan komitmen mereka pada pelayanan publik dan menolak spekulasi yang dapat memicu konflik. Dengan menekankan kesinambungan dan fokus pada program pembangunan, mereka berharap dapat menjaga stabilitas daerah menjelang pemilihan berikutnya.

Bupati BadungBagus Alit SuciptaGumi KerisMekanisme PartaiEstafet KepemimpinanPelayanan PublikPemilihan Badung

Komentar

Memuat komentar...