Bupati Jembrana Rilis Bus Gratis ke Pura Besakih dan Batur

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 98 dibaca
Bisik.id
Bupati Jembrana Rilis Bus Gratis ke Pura Besakih dan Batur

Gambar atau konten salah?

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memutuskan untuk menyediakan layanan bus gratis bagi warga yang hendak berpersembahyangan di Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur. Layanan ini ditujukan khusus bagi pemedek, yakni masyarakat yang ingin melakukan persembahyangan dalam rangka Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih dan Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur.

Keputusan ini tidak menunggu persetujuan lembaga lain; dua unit bus disumbangkan secara cuma‑cuma dan dibiayai langsung dari kantong pribadi bupati. Bus pertama berangkat pada 18 April 2026 dari titik kumpul di areal parkir Pura Jagatnatha Jembrana, sementara bus kedua berangkat pada 19 April 2026. Kedua perjalanan ini dirancang untuk memudahkan warga Jembrana yang biasanya harus menempuh jarak jauh ke Karangasem dan Bangli.

Langkah ini muncul sebagai bentuk perhatian pribadi Kembang Hartawan terhadap antusiasme krama Jembrana dalam melaksanakan bakti keagamaan. Kendala transportasi dan biaya seringkali menjadi hambatan bagi warga, sehingga layanan ini bertujuan mengurangi beban ekonomi dan mempermudah akses ke tempat ibadah.

“Saya ingin memulai ini dari niat pribadi sebagai bentuk bakti kepada umat. Sama seperti Rumah Singgah, layanan pick‑up gratis, dan mobil antar‑jemput pasien yang dulu kita rintis secara mandiri hingga kini menjadi program unggulan daerah,” ungkap Kembang saat ditemui di Gedung Kesenian Bung Karno pada 18 April 2026. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan pilot project atau langkah rintisan yang akan diuji efektivitasnya di lapangan.

Pola ini sebelumnya sukses diterapkan pada beberapa program. Rumah Singgah Harmoni berawal dari rumah pribadi Kembang di Denpasar untuk warga yang berobat, kini menjadi fasilitas daerah. Pikap Gratis dimulai dari armada pribadi dan kader partai (25 unit) dan kini telah menjadi program resmi dengan 70 unit hibah untuk desa adat dan kelurahan, serta layanan antar‑jemput pasien yang kini dibiayai APBD.

Kembang menegaskan bahwa penggunaan dana pribadi di tahap awal bertujuan untuk menguji efektivitas layanan sebelum dipatenkan menjadi kebijakan resmi pemerintah daerah. “Kita siapkan dua unit bus dulu, kita lihat manfaatnya dan bagaimana respons warga. Kalau responsnya bagus, ke depan akan kita patenkan menjadi program pemerintah daerah,” terangnya.

Selain meringankan beban ekonomi, layanan bus gratis ini juga bertujuan meningkatkan keselamatan di jalan raya. Dengan koordinasi transportasi yang terpusat, risiko kelelahan berkendara jarak jauh bagi warga dapat diminimalisasi. “Agar semeton Jembrana yang ingin tangkil ke Besakih maupun Batur bisa lebih nyaman. Saya ingin memastikan niat tulus masyarakat untuk bersembahyang tidak terhambat oleh masalah biaya atau teknis di perjalanan. Ini adalah bentuk bakti kita kepada umat,” pungkas Kembang.

Inisiatif ini menunjukkan bagaimana komitmen pribadi dapat berkembang menjadi program daerah yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan peran pemimpin dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual dan transportasi masyarakat.

bus gratisPura BesakihPura Ulun Danu Baturtransportasibupati Jembranaprogram pilotpendanaan pribadi

Komentar

Memuat komentar...